Cukai Rokok Naik Terus, Nasib Buruh dan Petani Tembakau Kian Merana

Sabtu, 18 September 2021 - 08:00 WIB
Kenaikan cukai rokok semakin membebani petani tembakau dan buruh rokok. FOTO/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Rencana kenaikan cukai rokok tahun depan menimbulkan kekhawatiran serapan tembakau petani dari industri hasil tembakau (IHT) turun. Dampak tersebut membuat petani tembakau semakin merana karena harga jual tembakau di tingkat petani mengalami penurunan.

"Sebelum menaikkan tarif cukai hasil tembaku, pemerintah seharusnya terlebih dahulu memperbaiki kesejahteraan petani tembakau serta tata niaganya," ujar Dosen Departemen Sosiologi FISIP UGM AB Widyanta melalui pernyataannya seperti dikutip, Jumat (17/9/2021).



Baca Juga: 4 Hal Ini Jadi Dasar Pemerintah Naikkan Cukai Rokok Tahun Depan

Atas dasar itu, pihaknya bernaggapan alangkah baiknya kenaikan cukai dihenikan terlebih dahulu. Di samping itu, kondisi ekonomi juga masih belum pasti akibat pandemi Covid-19.

"Perlu dihitung juga berapa dampak dari kenaikan cukai. Pemerintah perlu punya sense of crisis, karena ini mempengaruhi kehidupan banyak orang. Makanya perlu dihitung kembali dan ditunda terlebih dahulu," jelasnya.

Dia mengatakan bahwa kebijakan cukai di Indonesia masih belum adil baik bagi petani maupun buruh rokok. Kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) yang tinggi yang terjadi hampir setiap tahun juga merugikan industri hasil tembakau (IHT) atau pabrik rokok.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!