Belanja Makanan Asia Bakal Lampaui USD8 Triliun di 2030
Rabu, 22 September 2021 - 15:15 WIB
"Orang-orang menginginkan makanan yang lebih sehat, mereka menginginkan makanan yang lebih aman, mereka ingin membeli secara online, mereka menginginkan makanan yang berkelanjutan," ungkap Direktur Pelaksana Agribisnis Temasek Anuj Maheshwari seperti dilansir CNBC, Rabu (22/9/2021).
India dan Asia Tenggara menyumbang peningkatan terbesar dalam pengeluaran, tumbuh pada tingkat tahunan gabungan masing-masing 5,3% dan 4,7%. China, bagaimanapun, akan tetap menjadi pasar terbesar secara keseluruhan.
Temuan laporan ini didasarkan pada survei terhadap 3.600 konsumen di 12 negara Asia-Pasifik, serta percakapan dengan eksekutif senior di sektor makanan dan analisis lebih dari 3.000 perusahaan makanan dan minuman yang diperdagangkan secara publik.
Di bagian lain, peningkatan permintaan pangan yang cepat itu juga memberi tekanan pada ekosistem makanan yang sudah rapuh, yang telah berada di bawah tekanan besar sejak pecahnya pandemi virus corona.
Baca Juga: Beda Gaya Ahok dan Anies ketika Dipanggil KPK
India dan Asia Tenggara menyumbang peningkatan terbesar dalam pengeluaran, tumbuh pada tingkat tahunan gabungan masing-masing 5,3% dan 4,7%. China, bagaimanapun, akan tetap menjadi pasar terbesar secara keseluruhan.
Temuan laporan ini didasarkan pada survei terhadap 3.600 konsumen di 12 negara Asia-Pasifik, serta percakapan dengan eksekutif senior di sektor makanan dan analisis lebih dari 3.000 perusahaan makanan dan minuman yang diperdagangkan secara publik.
Di bagian lain, peningkatan permintaan pangan yang cepat itu juga memberi tekanan pada ekosistem makanan yang sudah rapuh, yang telah berada di bawah tekanan besar sejak pecahnya pandemi virus corona.
Baca Juga: Beda Gaya Ahok dan Anies ketika Dipanggil KPK
Lihat Juga :