Laju Ekspor Biji Kakao Sulsel Tetap Kencang di Masa Pandemi Covid-19
Jum'at, 08 Oktober 2021 - 12:38 WIB
"Pandemi Covid-19 tidak mempengaruhi ekspor kakao di Sulawesi Selatan. Kualitas kakao Sulawesi mendapat pengakuan di pasar internasional. Selain Jepang, kakao kita juga diekspor ke China, Singapura, Malaysia, Italia, Jerman dan beberapa negara Eropa lainnya," kata Lutfie, Jumat (8/10).
Ia menekankan melalui pendampingan yang terus dilakukan pihak Karantina Pertanian , diharapkan geliat ekspor di Sulsel terus meningkat. Bukan cuma biji kakao, tetapi didorongnya agar komoditas lainnya asal Sulsel juga semakin banyak yang dikirim ke pasar internasional.
"Harapannya dengan adanya pendampingan yang dilakukan pihak Karantina Pertanian dan geliat ekspor yang dicanangkan Kementerian Pertanian, tahun ini ekspor komoditas ini mampu naik tiga kali lipat dari tahun 2020," kata mantan Kepala Inspektorat Sulsel itu.
Berdasarkan data sistem pengkarantinaan, Badan Karantina Pertanian (Barantan) mencatat volume ekspor biji kakao Sulsel terus mengalami peningkatan dan semakin beragam jenisnya. Tidak cuma biji kakao, ragam produk kakao Sulsel juga telah diekspor, seperti kakao bubuk, kakao residu dan kakao pasta.
Barantan mencatat volume ekspor kakao Sulsel sepanjang tahun 2020 mencapai 20 ribu ton. Sedangkan pada tahun 2021, hingga bulan September sudah menembus angka 17,7 ribu ton. Dengan sisa waktu tiga bulan, tidak menutup kemungkinan volume ekspor kakao pada tahun ini akan lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.
Ia menekankan melalui pendampingan yang terus dilakukan pihak Karantina Pertanian , diharapkan geliat ekspor di Sulsel terus meningkat. Bukan cuma biji kakao, tetapi didorongnya agar komoditas lainnya asal Sulsel juga semakin banyak yang dikirim ke pasar internasional.
"Harapannya dengan adanya pendampingan yang dilakukan pihak Karantina Pertanian dan geliat ekspor yang dicanangkan Kementerian Pertanian, tahun ini ekspor komoditas ini mampu naik tiga kali lipat dari tahun 2020," kata mantan Kepala Inspektorat Sulsel itu.
Berdasarkan data sistem pengkarantinaan, Badan Karantina Pertanian (Barantan) mencatat volume ekspor biji kakao Sulsel terus mengalami peningkatan dan semakin beragam jenisnya. Tidak cuma biji kakao, ragam produk kakao Sulsel juga telah diekspor, seperti kakao bubuk, kakao residu dan kakao pasta.
Barantan mencatat volume ekspor kakao Sulsel sepanjang tahun 2020 mencapai 20 ribu ton. Sedangkan pada tahun 2021, hingga bulan September sudah menembus angka 17,7 ribu ton. Dengan sisa waktu tiga bulan, tidak menutup kemungkinan volume ekspor kakao pada tahun ini akan lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.
Lihat Juga :