Utang Rp500 Triliun, Erick Thohir Minta PLN Lakukan Efisiensi Bisnis
Jum'at, 22 Oktober 2021 - 20:02 WIB
PLN diminta melakukan efisiensi bisnis agar pelaksanaan transformasi energi baru terbarukan (EBT) bisa berjalan baik. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir meminta PT PLN (Persero) terus melakukan efisiensi bisnis agar pelaksanaan transformasi energi baru terbarukan (EBT) bisa berjalan baik.
Saat ini PLN tengah menanggung utang senilai Rp500 triliun. Perseroan pun dituntut melakukan efisiensi berupa refocusing anggaran. Erick mencatat, refocusing diperlukan untuk mendukung sejumlah program perusahaan, misalnya, transisi fosil menjadi EBT hingga program transmisi kelistrikan.
"PLN sendiri kita sedang mempersiapkan bagaimana PLN akan refocusing. Refocusing tidak hanya di power, fosil diubah menjadi energi terbarukan, tetapi kita juga transmission, kita akan perbaiki karena ada hubungan dengan energi terbarukan, dan tentu retail sistem yang tentu kita harapkan tepat sasaran," papar Erick, Jumat (22/10/2021).
Baca juga: Terapkan EBT, Erick Thohir Minta PLN dan Pertamina Belajar dari AS hingga China
Saat ini PLN tengah menanggung utang senilai Rp500 triliun. Perseroan pun dituntut melakukan efisiensi berupa refocusing anggaran. Erick mencatat, refocusing diperlukan untuk mendukung sejumlah program perusahaan, misalnya, transisi fosil menjadi EBT hingga program transmisi kelistrikan.
"PLN sendiri kita sedang mempersiapkan bagaimana PLN akan refocusing. Refocusing tidak hanya di power, fosil diubah menjadi energi terbarukan, tetapi kita juga transmission, kita akan perbaiki karena ada hubungan dengan energi terbarukan, dan tentu retail sistem yang tentu kita harapkan tepat sasaran," papar Erick, Jumat (22/10/2021).
Baca juga: Terapkan EBT, Erick Thohir Minta PLN dan Pertamina Belajar dari AS hingga China
Lihat Juga :