3 Komponen yang Bikin Tarif Tes PCR di Indonesia Mahal
Jum'at, 05 November 2021 - 17:03 WIB
Reagen merupakan ekstraksi yang digunakan untuk mengecek spesimen guna mendeteksi adanya virus SARS-CoV-2. Berdasarkan data dari Kemenkes, reagen masih diimpor dari luar negeri dan harus sesuai rekomendasi WHO. Selain itu disertifikasi oleh CE, FDA, atau sertifikat yang setara, serta memiliki minimal satu target gen reagen yang disarankan pakar (target gen N).
"Indonesia masih mengimpor dari beberapa negara seperti China, India. Tapi, Korea Selatan paling banyak," kata jubir Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, dikutip Jumat (5/11/2021).
Baca juga: Koalisi Masyarakat Sipil Minta Kemenkes Transparan Soal Harga Tes PCR
2. Harga Tes Termasuk Operasional
Harga tes PCR tidak hanya terkait komponen alatnya saja melainkan ada biaya lain yang dimasukan dalam melakukan tes tersebut. Diantaranya, biaya alat pelindungi diri (APD), biaya dokter, perawat, administrasi dan sebagainya.
"Indonesia masih mengimpor dari beberapa negara seperti China, India. Tapi, Korea Selatan paling banyak," kata jubir Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, dikutip Jumat (5/11/2021).
Baca juga: Koalisi Masyarakat Sipil Minta Kemenkes Transparan Soal Harga Tes PCR
2. Harga Tes Termasuk Operasional
Harga tes PCR tidak hanya terkait komponen alatnya saja melainkan ada biaya lain yang dimasukan dalam melakukan tes tersebut. Diantaranya, biaya alat pelindungi diri (APD), biaya dokter, perawat, administrasi dan sebagainya.
Lihat Juga :