Ekspor Batu Bara Dilarang, Erick Thohir: Jangan Sampai Negara Lain Anggap Indonesia Tak Profesional
Rabu, 05 Januari 2022 - 18:56 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir mencemaskan, sikap sejumlah negara terhadap Indonesia menyusul adanya larangan ekspor batu bara secara sementara selama 1 bulan hingga 31 Januari 2022. Foto/Dok
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mencemaskan, sikap sejumlah negara terhadap Indonesia menyusul adanya larangan ekspor batu bara secara sementara selama 1 bulan hingga 31 Januari 2022. Kebijakan itu diputuskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di saat Indonesia mengalami krisis batu bara dan liquefied natural gas (LNG).
Erick Thohir mengatakan, Indonesia memiliki kontrak batu bara , nikel, timah, dan LNG yang memerlukan komunikasi dengan negara-negara lain. Meski ekspor batu bara sementara waktu tidak diizinkan, dia memandang komunikasi dua arah antara otoritas RI dan negara lain harus berjalan baik.
Baca Juga: Ketahuan! Ada 418 Perusahaan Belum Pasok Batu Bara ke PLN Sama Sekali
Dia menegaskan, larangan ekspor batu bara hanya berlaku 20 hari ke depan saja. Setelah pasokan sumber daya tersebut terpenuhi, keran ekspor akan kembali dibuka pemerintah.
"Jangan sampai negara lain melihat Indonesia tidak profesional, tetap semuanya harus komunikasi. Negara lain Insya Allah mendukung lah, selama tidak disetop tahunan, kalau cuma tunda 20 hari, mereka kan juga penuh. Yang penting kita jangan saling menyalahkan, kita turun sesuai instruksi Presiden kita harus selesaikan masalahnya," ujar Erick Thohir di Jakarta, Rabu (5/1/2022).
Kelangkaan batu bara dan LNG, lanjut Erick Thohir, menjadi momentum bagi Indonesia untuk memetakan sumber energi terbarukan ke depan. Dia menyebut Menteri ESDM Arifin Tasrif telah meluncurkan RUPTL energi baru terbarukan yang harus diikuti oleh semua pihak.
Erick Thohir mengatakan, Indonesia memiliki kontrak batu bara , nikel, timah, dan LNG yang memerlukan komunikasi dengan negara-negara lain. Meski ekspor batu bara sementara waktu tidak diizinkan, dia memandang komunikasi dua arah antara otoritas RI dan negara lain harus berjalan baik.
Baca Juga: Ketahuan! Ada 418 Perusahaan Belum Pasok Batu Bara ke PLN Sama Sekali
Dia menegaskan, larangan ekspor batu bara hanya berlaku 20 hari ke depan saja. Setelah pasokan sumber daya tersebut terpenuhi, keran ekspor akan kembali dibuka pemerintah.
"Jangan sampai negara lain melihat Indonesia tidak profesional, tetap semuanya harus komunikasi. Negara lain Insya Allah mendukung lah, selama tidak disetop tahunan, kalau cuma tunda 20 hari, mereka kan juga penuh. Yang penting kita jangan saling menyalahkan, kita turun sesuai instruksi Presiden kita harus selesaikan masalahnya," ujar Erick Thohir di Jakarta, Rabu (5/1/2022).
Kelangkaan batu bara dan LNG, lanjut Erick Thohir, menjadi momentum bagi Indonesia untuk memetakan sumber energi terbarukan ke depan. Dia menyebut Menteri ESDM Arifin Tasrif telah meluncurkan RUPTL energi baru terbarukan yang harus diikuti oleh semua pihak.
Lihat Juga :