Dari Nanas hingga Jet Tempur, Ini Sederet Oleh-oleh Jokowi dari 3 Negara Asia Timur
Sabtu, 30 Juli 2022 - 18:23 WIB
Cina juga akan kembali membuka akses pasar untuk minyak sawit, produk perikanan, produk pertanian. Selain itu, memberikan investasi pada bidang industri hijau, kendaraan listrik dan baterainya, infrastruktur, digital, serta logistik.
“RRC adalah mitra strategis komprehensif Indonesia. Kita harus mengisi kemitraan tersebut dengan kerja sama yang menguntungkan untuk negara kita, dan sekaligus untuk kawasan dan dunia,” kata Jokowi dikutip dari keterangan resmi Sekretariat Presiden, Sabtu (30/7/2022).
Setelah berkunjung ke China, Jokowi bertolak ke Jepang pada Rabu (27/7). Dalam lawatannya ke Jepang, Jokowi bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Fumio Kishida.
Hasil pertemuan Presiden Jokowi dengan PM Kishida juga membuahkan sejumlah kesepakatan di berbagai bidang.
Dari segi ekonomi, Jepang menyatakan kesiapan mereka untuk meminjamkan dana senilai 43,6 miliar yen atau Rp4,7 triliun kepada Indonesia untuk membangun proyek infrastruktur.
Selain itu, Jokowi sempat meminta Jepang untuk mendukung penurunan tarif beberapa produk ekspor RI, seperti tuna, pisang, nanas. Jokowi juga meminta akses pasar untuk produk mangga dari Indonesia.
Jokowi dan Kishida juga sepakat mempercepat penyelesaian proyek pembangunan kerja sama kedua negara di Indonesia.
Beberapa proyek itu antara lain MRT Jakarta North-South Fase II dan East-West Fase I, Kawasan Industri Papua Barat, pun perluasan Pelabuhan Patimban dan Jalan Tol Akses Patimban.
Baca juga: Oleh-oleh dari Jepang, Indonesia Bawa Komitmen Investasi Rp78 Triliun
Kedua negara membahas kerja sama ekonomi di bidang perdagangan, terutama upaya meningkatkan kerjasama perdagangan bilateral.
"Kita sepakat akan memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi antara kedua negara," ungkap Jokowi, usai beberapa acara pertemuan tersebut.
Adapun, Menlu Retno Marsudi menyampaikan, dalam kunjungan ke Jepang Jokowi banyak membahas isu ekonomi.
Pertama, Indonesia meminta adanya penyelesaian hambatan non tarif dan tarif terhadap produk ekspor dari Indonesia. Seperti pada ekspor tuna, pisang, nanas dan mangga.
"Presiden Jokowi secara spesifik meminta agar hambatan tarif dan non tarif terhadap beberapa ekspor Indonesia diatasi. Antara lain Presiden menyebutkan tuna, pisang dan nanas ini mengenai pengurangan tarif, dan juga mangga yang terkait dengan hambatan non tarif," kata Retno melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Pasalnya, kata dia, produk ekspor dari Indonesia ke Jepang seperti tuna masih dikenakan tarif 7%. Kemudian ekspor pisang dan nanas dari Indonesia ke Jepang dikenakan bea masuk 10%-20%.
“RRC adalah mitra strategis komprehensif Indonesia. Kita harus mengisi kemitraan tersebut dengan kerja sama yang menguntungkan untuk negara kita, dan sekaligus untuk kawasan dan dunia,” kata Jokowi dikutip dari keterangan resmi Sekretariat Presiden, Sabtu (30/7/2022).
Setelah berkunjung ke China, Jokowi bertolak ke Jepang pada Rabu (27/7). Dalam lawatannya ke Jepang, Jokowi bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Fumio Kishida.
Hasil pertemuan Presiden Jokowi dengan PM Kishida juga membuahkan sejumlah kesepakatan di berbagai bidang.
Dari segi ekonomi, Jepang menyatakan kesiapan mereka untuk meminjamkan dana senilai 43,6 miliar yen atau Rp4,7 triliun kepada Indonesia untuk membangun proyek infrastruktur.
Selain itu, Jokowi sempat meminta Jepang untuk mendukung penurunan tarif beberapa produk ekspor RI, seperti tuna, pisang, nanas. Jokowi juga meminta akses pasar untuk produk mangga dari Indonesia.
Jokowi dan Kishida juga sepakat mempercepat penyelesaian proyek pembangunan kerja sama kedua negara di Indonesia.
Beberapa proyek itu antara lain MRT Jakarta North-South Fase II dan East-West Fase I, Kawasan Industri Papua Barat, pun perluasan Pelabuhan Patimban dan Jalan Tol Akses Patimban.
Baca juga: Oleh-oleh dari Jepang, Indonesia Bawa Komitmen Investasi Rp78 Triliun
Kedua negara membahas kerja sama ekonomi di bidang perdagangan, terutama upaya meningkatkan kerjasama perdagangan bilateral.
"Kita sepakat akan memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi antara kedua negara," ungkap Jokowi, usai beberapa acara pertemuan tersebut.
Adapun, Menlu Retno Marsudi menyampaikan, dalam kunjungan ke Jepang Jokowi banyak membahas isu ekonomi.
Pertama, Indonesia meminta adanya penyelesaian hambatan non tarif dan tarif terhadap produk ekspor dari Indonesia. Seperti pada ekspor tuna, pisang, nanas dan mangga.
"Presiden Jokowi secara spesifik meminta agar hambatan tarif dan non tarif terhadap beberapa ekspor Indonesia diatasi. Antara lain Presiden menyebutkan tuna, pisang dan nanas ini mengenai pengurangan tarif, dan juga mangga yang terkait dengan hambatan non tarif," kata Retno melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Pasalnya, kata dia, produk ekspor dari Indonesia ke Jepang seperti tuna masih dikenakan tarif 7%. Kemudian ekspor pisang dan nanas dari Indonesia ke Jepang dikenakan bea masuk 10%-20%.
Lihat Juga :