Starbucks Ikuti Jejak Unilever dan Coca Cola Setop Pasang Iklan di Media Sosial
Selasa, 30 Juni 2020 - 11:29 WIB
Starbucks telah mengumumkan akan menangguhkan atau menghentikan sementara pemasangan iklan di beberapa platform media sosial menyusul merebaknya konten kebencian dan rasisme di platform media sosial. Foto/Dok
CHICAGO - Starbucks telah mengumumkan akan menangguhkan atau menghentikan sementara pemasangan iklan di beberapa platform media sosial menyusul merebaknya konten kebencian dan rasisme di platform media sosial, menjelang Pemilu Presiden Amerika Serikat (AS). Raksasa peritel kopi tersebut bergabung bersama dengan brand global lain termasuk Coca-Cola, Diageo dan Unilever yang juga melakukan hal serupa.
Seorang juru bicara Starbucks mengatakan kepada BBC, 'jeda' pemasangan iklan tidak termasuk YouTube, yang dimiliki oleh Google. "Kami percaya membangun masyarakat harus bersama-sama, baik secara pribadi dan online," bunyi pernyataan Starbucks.
Lebih lanjut Ia mengatakan, "membuka diskusi secara internal dan dengan mitra media dan organisasi hak sipil lainnya untuk menghentikan konten kebencian dan rasisme,". Namun hal itu akan terus terjadi apabila terus ada postingan.
(Baca Juga: Wall Street Menguat Berkat Kenaikan Saham Emiten Teknologi )
Seorang juru bicara Starbucks mengatakan kepada BBC, 'jeda' pemasangan iklan tidak termasuk YouTube, yang dimiliki oleh Google. "Kami percaya membangun masyarakat harus bersama-sama, baik secara pribadi dan online," bunyi pernyataan Starbucks.
Lebih lanjut Ia mengatakan, "membuka diskusi secara internal dan dengan mitra media dan organisasi hak sipil lainnya untuk menghentikan konten kebencian dan rasisme,". Namun hal itu akan terus terjadi apabila terus ada postingan.
(Baca Juga: Wall Street Menguat Berkat Kenaikan Saham Emiten Teknologi )
Lihat Juga :