Ekonomi China Melemah, Harga Karet Terjun Bebas

Jum'at, 02 September 2022 - 18:00 WIB
Dia menjelaskan, penurunan harga karet dipicu potensi kenaikan lebih lanjut suku bunga dan ekonomi China yang melemah seiring kekhawatiran akan resesi global. Faktor pelemahan ekonomi China cukup dominan mengingat negara ini adalah konsumen karet nomor satu dunia.

Tiga besar konsumen utama karet dunia secara berurutan pada tahun 2021 adalah China (41,2 persen), India (8,7 persen), USA (6,7 persen). "Saat ini, buyer tertentu telah mengurangi dan ada yang berhenti sementara pembelian dari Sumatera Utara," ungkap Edy.

Pabrik pengolahan karet di Sumatera Utara saat ini mengalamai tekanan yang semakin berat, penurunan harga terus tak terbendung dan sementara bahan baku juga semakin berkurang karena sebagian petani karet beralih ke pekerjaan lain yang dianggap lebih menguntungkan. "Selama Periode 2019-2022 ada 3 pabrik karet tutup dan 2 pabrik karet berhenti sementara," ujar Edy.

Baca Juga: Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah Imbas Perlambatan Ekonomi China

Secara internasional, lanjutnya, ITRC (International Tripartite Rubber Council) sebagai stabilisator harga karet alam diharapkan dapat mengambil langkah-langkah untuk menahan penurunan harga karet. "Dalam negeri, semoga pemerintah pusat memperhatikan petani karet," tutur Edy.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!