PLTU Batu Bara Stop Total di 2050, Ini Buktinya
Senin, 17 Oktober 2022 - 18:30 WIB
Menurut dia saat ini sejumlah perusahaan telah banyak yang meminta penyediaan listrik bersih. Hal itu bisa membantu percepatan baruan energi terbarukan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). "Sekarang beberapa industri telah meminta penyediaan listrik bersih. Di Kementerian ESDM, perusahaan meminta listrik yang hijau, ini memang seperti sudah menjadi tren," katanya.
Baca Juga: Intip Kriteria PLTU Batu Bara yang Akan Segera Dipensiunkan
Pihaknya juga sudah memiliki rencana untuk menggenjot penggunaan energi bersih di beberapa kawasan khusus. Dadan menyebutkan, PLN telah menyusun RUPTL berbasis energi hijau. "Sebagaimana RUPTL saat ini, kebutuhan listrik 20,9 gigawatt untuk 10 tahun ke depan disusun menggunakan asumsi terkini," jelasnya.
Baca Juga: Intip Kriteria PLTU Batu Bara yang Akan Segera Dipensiunkan
Pihaknya juga sudah memiliki rencana untuk menggenjot penggunaan energi bersih di beberapa kawasan khusus. Dadan menyebutkan, PLN telah menyusun RUPTL berbasis energi hijau. "Sebagaimana RUPTL saat ini, kebutuhan listrik 20,9 gigawatt untuk 10 tahun ke depan disusun menggunakan asumsi terkini," jelasnya.
(nng)
Lihat Juga :