Win Your Future Jaring Ratusan Pebisnis Muda Melek Teknologi

Rabu, 08 Juli 2020 - 22:02 WIB
Win Your Future 2020 yang digelar Universitas Prasetiya Mulya diikuti 250 pelajar SMA sederajat dan mahasiswa S1 dari berbagai daerah. Foto/Ist
JAKARTA - Kehadiran pengusaha yang adaptif dengan teknologi sangat mewarnai lanskap bisnis saat ini. Kaum milenial, termasuk Gen Z yang dikenal digital savvy alias melek teknologi, banyak yang terjun membuka bisnis rintisan (startup) berbasis teknologi.

Disamping kecakapan dalam adopsi digital, sudah seharusnya kaum muda dibekali ilmu bisnis dan kewirausahaan yang tepat sehingga dapat mengembangkan usaha yang prospektif dan berkelanjutan. Upaya ini perlu menjadi perhatian semua pihak, termasuk kampus.

Guna mengakomodasi hal tersebut, Universitas Prasetiya Mulya (Prasmul) melalui kompetisi Win Your Future berupaya mencari anak muda yang visioner dan memiliki mimpi besar untuk sukses dalam bisnis.

Mengusung tema Business & Technology, para peserta dapat mengembangkan kreasi dan inovasi di bidang apapun, namun tetap menggunakan unsur teknologi dalam menghasilkan produk bisnisnya. (Baca : Pentingnya Peran Open Source dalam Mengadopsi Teknologi di New Normal )

Wakil Rektor I Bidang Pembelajaran Universitas Prasetiya Mulya Agus W. Soehadi mengatakan, Win Your Future 2020 diikuti 250 pelajar SMA sederajat dan mahasiswa S1. Mereka berasal dari berbagai daerah seperti Medan, Palu, Surabaya, Semarang, Bali, Palembang.



“Kompetisi tahun ini sangat kompetitif. Dengan tingginya antusias peserta, berbagai proses pengembangan pengetahuan bisnis kami desain untuk mempersiapkan mereka menjadi calon pemimpin bisnis masa depan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (9/7/2020).

Setelah proses seleksi, 80 tim semifinalis mendapat kesempatan workshop langsung dari para praktisi bisnis sekaligus Faculty Member Universitas Prasetiya Mulya.

Manager Program S1 Business Universitas Prasetiya Mulya Sonny Agustiawan, dalam salah satu sesi workshop memberikan pengetahuan mengenai Business Plan yang berbasis pada inovasi dan orientasi pasar.

"Harapannya, peserta tidak hanya dapat membuat bisnis yang inovatif, namun juga memiliki keunggulan daya saing dalam jangka waktu yang panjang,” jelas Sonny. (Baca juga : Startup Jepang ini Ciptakan Masker Pintar untuk Hadapi New Normal )
Halaman :
tulis komentar anda
Video Rekomendasi
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More