Terapkan Teknologi SGH, Petani Milenial Pantau Tanaman Lewat Smartphone
Selasa, 07 Maret 2023 - 22:37 WIB
loading...
Analis PSP Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng Ida Putu Sandiasa (kiri) bersama Ketua P4S Sayram Garden Kabupaten Buleleng Nyoman Mara.
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menerapkan program pertanian digital dengan teknologiscreen houseatausmart green house(SGH). Program ini sebagai bagian dari upaya mendorong digitalisasi pertanian dengan tujuan meningkatkan produksi tani.
Pertanian dengan SGH ini menerapkan teknologi digital untuk pengembangan pertanian. Berkat teknologi ini, petani dilindungi dari ancaman gagal panen akibat cuaca yang berubah-ubah. Selain itu, penggunaan pupuk dan air akan semakin terukur.
“Alatnya sangat luar biasa, akan lebih efektif dan efisien dari segi proses produksi, penanaman bibit, pemupukan, panen. Akan menekan biaya produksi petani,” kata Ida Putu Sandiasa selaku Analisi PSP Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, Bali dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/3/2023).
(Baca juga:Hadapi Perubahan Iklim, Petani Diimbau Manfaatkan Teknologi Pertanian)
SGH akan menghadirkan pertaniansmart farming.Petani tidak perlu lagi ke lahan pertanian untuk mengontrol tanaman. Kendali perkembangan tanaman pertanian dilakukan melaluismartphoneberbasis Android dan laptop yang terhubung internet.
“Petani pasti punya impian memiliki kebun yang canggih, modern, dan smart. SGH ini saya lihat sebagai fasilitas yang menjadi kebutuhan pertanian modern. Harapan kami hasil produksi meningkat, sekaligus memikat generasi muda untuk bekerja di pertanian,” ujar Ketua P4S Sayram Garden Kabupaten Buleleng, Nyoman Mara.
Dalam rangkaian sistem SGH dipasang sejumlah sensor untuk memantau suhu, penggunaan air, dan kebutuhan cahaya. Semuanya diatur melalui sensor yang terhubung ke smartphone maupun laptop.
(Baca juga:FAO: Suka Tidak Suka, Sistem Digital Jadi Masa Depan Pertanian Dunia)
Pertanian dengan SGH ini menerapkan teknologi digital untuk pengembangan pertanian. Berkat teknologi ini, petani dilindungi dari ancaman gagal panen akibat cuaca yang berubah-ubah. Selain itu, penggunaan pupuk dan air akan semakin terukur.
“Alatnya sangat luar biasa, akan lebih efektif dan efisien dari segi proses produksi, penanaman bibit, pemupukan, panen. Akan menekan biaya produksi petani,” kata Ida Putu Sandiasa selaku Analisi PSP Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, Bali dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/3/2023).
(Baca juga:Hadapi Perubahan Iklim, Petani Diimbau Manfaatkan Teknologi Pertanian)
SGH akan menghadirkan pertaniansmart farming.Petani tidak perlu lagi ke lahan pertanian untuk mengontrol tanaman. Kendali perkembangan tanaman pertanian dilakukan melaluismartphoneberbasis Android dan laptop yang terhubung internet.
“Petani pasti punya impian memiliki kebun yang canggih, modern, dan smart. SGH ini saya lihat sebagai fasilitas yang menjadi kebutuhan pertanian modern. Harapan kami hasil produksi meningkat, sekaligus memikat generasi muda untuk bekerja di pertanian,” ujar Ketua P4S Sayram Garden Kabupaten Buleleng, Nyoman Mara.
Dalam rangkaian sistem SGH dipasang sejumlah sensor untuk memantau suhu, penggunaan air, dan kebutuhan cahaya. Semuanya diatur melalui sensor yang terhubung ke smartphone maupun laptop.
(Baca juga:FAO: Suka Tidak Suka, Sistem Digital Jadi Masa Depan Pertanian Dunia)
Lihat Juga :