Praktik Ekonomi Sirkular di Lingkar Tambang, Bengkel Sarop do Mulana Ubah Limbah Kayu Jadi Cuan

Senin, 20 Maret 2023 - 16:13 WIB
loading...
A A A
"Tahun 2019 kita mulai belajar produksi furniture dan peralatan rumah tangga dari limbah palet kayu ini. Tahun 2020 mulai kita pasarkan. Harganya beragam. Kalau kotak tisu mulai dari 20ribu. Ada juga peralatan rumah yang mulai Rp 30 ribu. Kemudian meja kafe itu Rp 800 ribu, empat kursi satu meja. Kalau meja makan Rp 1,5 juta. Ada sofa itu sampai Rp 3 jutaan," sebutnya.

Produk furniture hasil produksi bengkel Koperasi Sarop do Mulana itu diakui Okto cukup diminati. Mereka pun berhasil memasarkan produk mereka di wilayah Tapanuli Selatan dan sekitarnya. "Paling banyak itu kita pasarkan ke Kota Padangsidimpuan. Ada juga sampai ke Medan. Tapi enggak banyak," papar Okto.

Okto mengaku saat ini masih kesulitan untuk memasarkan produknya ke daerah lain. Berbagai cara pun sudah dilakukan termasuk melakukan pemasaran secara online. "Kita sudah coba juga jual online di marketplace. Tapi memang belum maksimal. Pembeli terbanyak masih dari daerah sekitar bengkel kita ini," pungkasnya.

Praktik Ekonomi Sirkular di Lingkar Tambang, Bengkel Sarop do Mulana Ubah Limbah Kayu Jadi Cuan


Ifan Farianda, Superintendent untuk Pengembangan Ekonomi Masyarakat Lokal di PT Agincourt Resources, mengaku kemitraan mereka dengan Koperasi Sarop do Mulana, berangkat dari kondisi yang ada di tambang. Pertama kebutuhan akan pupuk untuk tanaman yang mereka gunakan merehabilitasi areal tambang sisa produksi. Mereka kemudian bermitra memproduksi kompos dengan Okto dan kawan-kawan.

Kemudian dalam operasionalnya, Tambang Martabe menghasilkan sekitar ribuan keping palet kayu per bulannya. Palet itu berasal dari barang-barang yang dibeli untuk kebutuhan operasional tambang yang biasanya dikirimkan menggunakan palet kayu. Jumlahnya yang banyak membuat palet kayu itu menggunung di areal tambang.

"Lalu kita berpikir ini palet kayu mau diapakan. Hingga akhirnya kita putuskan melanjutkan kemitraan dengan Sarop do Mulana namun dalam pemanfaatan limbah palet kayu ini. Kita berikan mereka peralatan dan pelatihan. Paletnya kita kasih gratis lalu hasil olahannya berupa sawdust kita beli. Sebulannya kita bisa pasok 1.063 pieces palet ke mereka. Kalau serbuk kayu yang kita beli tergantung kebutuhan kita. Tapi mereka juga bisa menjual ke pihak lain," jelasnya.

"Awalnya hanya beberapa orang mereka, saat ini sudah ada 6 orang anggota koperasi dan 8 orang pekerja di Koperasi Sarop do Mulana. Semuanya orang lokal dari sekitaran Batangtoru. Masyarakat lingkar tambang kita," tambahnya.

Menurut Ifan, Tambang Martabe akan terus meningkatkan kemitraan dengan seluruh kelompok masyarakat di areal lingkar tambang mereka, termasuk dengan Koperasi Sarop do Mulana. Selain untuk mendorong operasional tambang berkelanjutan dengan penerapan ekonomi sirkular, pendampingan akan terus dilakukan hingga Okto dan kawan-kawan menjadi kelompok mandiri dan berkelanjutan.

Di tahun 2022 penguatan kelompok, organisasi, produksi dan pemasaran produk hasil produksi Okto dan kawan-kawan sudah dilakukan. Tambang Martabe mendatangkan konsultan dari Jakarta untuk mendampingi Okto dan kawan-kawan agar kelompok yang mandiri dan berkelanjutan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Perkuat Konsolidasi...
Perkuat Konsolidasi Industri AMDK dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan
Adopsi Teknologi dan...
Adopsi Teknologi dan AI Jadi Arah Baru Industri Pertambangan
Rosan hingga Bahlil...
Rosan hingga Bahlil Kompak soal Pembentukan Badan Khusus Ekspor: Tunggu Presiden
MMS Resources Bidik...
MMS Resources Bidik Teknologi Tambang Modern dari China
Acer Gandeng 50 Sekolah...
Acer Gandeng 50 Sekolah Kelola Sampah Elektronik
Berantas Mafia Tambang,...
Berantas Mafia Tambang, DPRPT Dorong Izin Tambang Rakyat Diserahkan ke Provinsi
Dari Limbah Pantai Jadi...
Dari Limbah Pantai Jadi Cuan: Kayu Laut Disulap Menjadi Kerajinan Ekspor
Rekomendasi
5 Perintah Al-Quran...
5 Perintah Al-Qur'an terhadap Anak Yatim, Muslim Wajib Tahu dan Mengamalkannya
Sidang Kasus Tudingan...
Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Digelar di PN Jakarta Timur
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
Berita Terkini
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Tokocrypto Resmi Bergabung...
Tokocrypto Resmi Bergabung ke Ekosistem ICEX Group, Proses Migrasi Lima PAKD Selesai
Gunakan MT Gamkonora,...
Gunakan MT Gamkonora, Pertamina Patra Niaga Tambah 450 Ribu Barel Minyak
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN...
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN Gandeng LPDP Kirim Mahasiswa ke China
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved