Apa Peran IMF untuk Indonesia? Ini Jawabannya

Selasa, 21 Maret 2023 - 15:35 WIB
loading...
Apa Peran IMF untuk...
IMF merupakan salah satu organisasi yang dibentuk pada saat berakhirnya perang dunia ke-II. Foto DOK ist
A A A
JAKARTA - IMF merupakan salah satu organisasi yang dibentuk pada saat berakhirnya perang dunia ke-II. Organisasi ini disebut-sebut sebagai bagian dari organisasi PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa).

Meskipun berdirinya IMF digagas oleh PBB, organisasi ini dapat berdiri dan berjalan secara independen serta memiliki struktur organisasi yang jelas. Bahkan pendiriannya pun sudah mempunyai piagam resmi.

Apa Itu IMF dan Tujuannya?

IMF atau International Monetary Fund adalah organisasi yang didirikan pada tahun 1944 di Bretton Woods (New Hampshire). Organisasi ini bergerak dalam lingkup internasional yang akan menangani masalah keuangan negara-negara di dunia.

Tujuan didirikannya IMF adalah untuk mewujudkan sistem perekonomian negara di dunia agar mampu menjamin dan menciptakan kondisi full employment, serta menjaga kestabilitasan perekonomian dunia.

Baca juga: IMF: Pemulihan Ekonomi Global Makin Nyata

Peran IMF Untuk Indonesia

Sejak era Presiden Soekarno, IMF diketahui telah menawarkan bantuan secara finansial dan meminta bekerja sama dengan Indonesia. Bahkan pada tahun 1962, delegasi organisasi ini juga pernah mengadakan kunjungan ke Indonesia.

Sejak saat itu IMF mulai berperan untuk mengatasi perekonomian Indonesia dengan melalui pinjaman keuangan. Seiring berjalannya waktu, persentase ketergantungan utang ke luar negeri pun mulai bertambah. Terlebih ketika Indonesia mengalami krisis ekonomi pada tahun 1997-1998.

Pada masa krisis ekonomi, IMF secara resmi memberikan bantuan kepada Indonesia sebesar USD40 miliar untuk memperbaiki perekonomian, serta USD45 miliar sebagai bentuk atas reformasi ekonomi Indonesia.

Selain itu beberapa bantuan lain yang diberikan IMF pada saat krisis ekonomi diantaranya adalah menstabilkan neraca pembayaran, meningkatkan volume ekspor, termasuk juga menurunkan / menghabiskan tarif ekspor, menstabilkan nilai tukar mata uang dan pembayaran utang luar negeri yang sedang dalam masa jatuh tempo.

Namun dengan bantuan tersebut, upaya penanganan krisis ekonomi Indonesia tak kunjung mendapatkan hasil. Kegagalan itu disebabkan karena IMF memaksakan pengetatan Fiskal yang akan berujung melemahnya ekonomi Indonesia.

Akibat yang timbul dari bantuan IMF kepada Indonesia yang cukup besar, mengharuskan negara Indonesia menerima banyak persyaratan pinjaman yang diajukan oleh IMF. Salah satunya dengan adanya letter of intent (Lol) antara pemerintah Indonesia dengan IMF.

Banyaknya syarat yang diajukan oleh IMF menjadikan Indonesia semakin sulit untuk melunasi hutang luar negeri nya. Bahkan Indonesia sering kali membayar hutang dengan cara meminjam lagi.

Baca juga: Utang Pemerintah Jokowi Bengkak Lampaui Batas IMF

Kebijakan Pemerintah Indonesia Terhadap IMF

Pada pemerintahan Presiden Habibie, Habibie mempunyai kebijakan dengan memberikan dukungan secara liberalisasi kepada partai politik dan memberikan kebebasan pers. Selain itu presiden Habibie juga melanjutkan beberapa kerjasama dengan organisasi multilateral seperti, IMF, WORLD BANK dan ILO.

Berlanjut kepada pemerintahan Megawati, beliau mencoba untuk memperbaiki perekonomian Indonesia dengan cara memperbaiki hubungan dengan IMF. yang kemudian berujung pada pembaharuan program bantuan IMF yang sebelumnya sempat berhenti pada era pemerintahan Gus Dur.

Namun sayangnya beberapa program baru itu kemudian dihentikan karena Indonesia memiliki masalah akibat dari krisis keuangan yang terjadi pada tahun 1997 hingga 1998.

Beralih pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY. SBY telah menampilkan kebijakan baru yang lebih proaktif dan high profil. Selain itu, SBY juga banyak mengait negara lain untuk melakukan kerja sama yang saling menguntungkan melalui proses diplomasi internasional.

Dengan adanya kebijakan yang dimilikinya itu, Indonesia dapat lebih cepat dalam membayar hutang luar negeri. Dimana pembayaran utang luar negeri dilakukan dua kali dalam tahun yang sama yakni pada tahun 2006 sebesar USD 6,95 miliar dollar.

Pada era pemerintahan Jokowi periode ke-II mengharuskan Indonesia harus meminjam utang keluar negeri, termasuk IMF. Di tahun 2021, IMF melakukan penambahan dana alokasi SDR (Special Drawing Rights) yang di khususkan untuk seluruh anggota nya, salah satu nya adalah Indonesia.

SDR merupakan salah satu kebijakan dari IMF dalam rangka untuk mendukung ketahanan dan kestabilan perekonomian negara di dunia termasuk juga anggota IMF sendiri, yaitu Indonesia.
(bim)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Desa BRILiaN Ketapanrame,...
Desa BRILiaN Ketapanrame, Bukti Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal Mampu Ciptakan Ekonomi Desa yang Maju dan Berkelanjutan
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
IMF, Bank Dunia, dan...
IMF, Bank Dunia, dan IEA Ketar-ketir Kelangkaan BBM di Depan Mata
MBG Jadi Instrumen Ganda:...
MBG Jadi Instrumen Ganda: Atasi Stunting dan Tekan Beban Ekonomi Keluarga
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Rekomendasi
Nonton Gratis hingga...
Nonton Gratis hingga VIP, Ini Beragam Cara Menikmati Microdrama di V+Short
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat di Istana Merdeka
Edukasi Holistik Nikotin...
Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved