Ini Hasil Pertemuan Bank Sentral dan Menteri Keuangan ASEAN di Bali
Sabtu, 01 April 2023 - 10:00 WIB
loading...
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. FOTO/Antara Photo
A
A
A
JAKARTA - Pertemuan ASEAN Finance Ministers and Central Bank Governors Meetings (AFMGM) 2023 yang diselenggarakan Selasa (28/3/2023) telah resmi selesai pada Jumat (31/3/2023). Rangkaian pertemuan tersebut menghasilkan pernyataan bersama yang dapat mendukung perekonomian negara kawasan.
"Otoritas terkait diharapkan membentuk dana darurat yang bisa digunakan negara kawasan untuk menangani kasus-kasus seperti pandemi Covid-19. Hal ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dan kerja sama yang kuat untuk menahan risiko berkepanjangan yang dapat mengancam perekonomian," ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani.
Baca Juga: Sri Mulyani: Masih Banyak Tantangan Global yang Harus Diwaspadai
Salah satu poin penting yang disepakati bersama, yaitu adanya sinergi antara otoritas keuangan dengan otoritas kesehatan untuk memperkuat kapasitas kesehatan regional. Tak hanya itu, pertemuan tersebut juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor UMKM dengan keuangan digital.
Hal ini menjadi salah satu prioritas untuk bisa mendukung inklusi keuangan sehingga UMKM mudah mengakses pembiayaan. Itu menjadi suatu landasan bahwa kolaborasi dan kerja sama yang kuat perlu dilakukan agar ASEAN mampu bertahan terhadap berbagai risiko yang dapat mengancam perekonomian kawasan.
"Otoritas terkait diharapkan membentuk dana darurat yang bisa digunakan negara kawasan untuk menangani kasus-kasus seperti pandemi Covid-19. Hal ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dan kerja sama yang kuat untuk menahan risiko berkepanjangan yang dapat mengancam perekonomian," ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani.
Baca Juga: Sri Mulyani: Masih Banyak Tantangan Global yang Harus Diwaspadai
Salah satu poin penting yang disepakati bersama, yaitu adanya sinergi antara otoritas keuangan dengan otoritas kesehatan untuk memperkuat kapasitas kesehatan regional. Tak hanya itu, pertemuan tersebut juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor UMKM dengan keuangan digital.
Hal ini menjadi salah satu prioritas untuk bisa mendukung inklusi keuangan sehingga UMKM mudah mengakses pembiayaan. Itu menjadi suatu landasan bahwa kolaborasi dan kerja sama yang kuat perlu dilakukan agar ASEAN mampu bertahan terhadap berbagai risiko yang dapat mengancam perekonomian kawasan.
Lihat Juga :