Desakan AS, Reformasi Bank Dunia Buka Peluang Kenaikan Pinjaman hingga Rp740,9 T

Minggu, 09 April 2023 - 06:49 WIB
loading...
Desakan AS, Reformasi...
Reformasi World Bank atau Bank Dunia yang sedang berlangsung bisa membuat lembaga internasional di bidang keuangan itu menaikkan pinjaman hingga USD50 miliar atau setara Rp740,9 triliun. Foto/Dok
A A A
WASHINGTON - Reformasi World Bank atau Bank Dunia yang sedang berlangsung bisa membuat lembaga internasional di bidang keuangan itu menaikkan pinjaman hingga USD50 miliar atau setara Rp740,9 triliun (Kurs Rp14.818 per USD) selama satu dekade ke depan. Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat atau AS Janet Yellen kepada AFP menjelang pertemuan para pemangku kepentingan minggu depan.

Baca Juga: Perdana Beri Pinjaman ke Negara yang Berperang, IMF Bakal Suntik Ukraina Rp236,4 Triliun

Dalam pertemuan utama tersebut diharapkan ada perubahan dalam beberapa peraturan. Para gubernur bank sentral, menteri keuangan dan tokoh keuangan lain, dimana lebih dari 180 negara anggota diperkirakan akan berkumpul di ibukota AS untuk pertemuan musim semi Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia.

Baca Juga: Daftar Negara Berkembang yang Diterpa Krisis Utang, Indonesia Termasuk?

Topik utama yang menjadi diskusi adalah evolusi Bank Dunia, di tengah dorongan bagi pemberi pinjaman untuk mengubah dan memenuhi tantangan global seperti perubahan iklim. Amerika Serikat seperti diketahui merupakan pemegang saham terbesar Grup Bank Dunia.

"Saya berharap akan ada pembaruan misi bank untuk menambah ketahanan terhadap perubahan iklim, pandemi, dan konflik serta kerapuhan yang menjadi tujuan inti," kata Yellen dalam wawancara dengan AFP, tengah pekan kamerin.

Dia menambahkan, perlu diakui bahwa tantangan-tantangan tersebut tidak bisa dipisahkan karena saling terkait erat. Hal itu diyakini membutuhkan dukungan dari Bank Dunia.

"Kedua, akan ada pengumuman bahwa bank memperluas kapasitas keuangannya untuk memenuhi tujuan ini, dan mengadopsi perubahan atau mendukung perubahan yang dapat menghasilkan tambahan USD50 miliar dalam kapasitas pinjaman tambahan selama dekade berikutnya," kata Yellen.

Langkah ini akan menjadi dorongan sumber daya yang signifikan menandai kenaikan 20% pada tingkatan pinjaman berkelanjutan Bank Internasional untuk Rekonstruksi dan Pembangunan (IBRD). IBRD merupakan perpanjangan pinjaman berpenghasilan menengah Bank Dunia.

Reformasi

Yellen juga mengatakan, bakal ada pengumuman terkait upaya memperbarui model operasional bank untuk "mengarahkannya ke tujuan yang kami tetapkan."

Di antaranya termasuk menciptakan lebih banyak insentif untuk mobilisasi modal domestik dan swasta. "Kami mencari reformasi tambahan selama sisa tahun ini," kata Yellen.

Pada bulan Maret, Bank Dunia mengajukan rencana evolusi untuk dibahas dengan komite pembangunannya pada 12 April, selama pertemuan musim semi.

Diterangkan juga olehnya bahwa Presiden Bank Dunia, David Malpass telah meletakkan "dasar yang kuat" untuk pekerjaan yang sedang berlangsung. Yellen menambahkan bahwa dia mengharapkan kandidat AS, Ajay Banga terpilih untuk memimpin organisasi dan melanjutkan perombakan.

Banga adalah satu-satunya calon untuk posisi itu setelah Malpass mengumumkan tahun ini bahwa ia akan mengundurkan diri lebih awal.

Harapan

Dalam agenda pertemuan para pembuat kebijakan minggu depan juga membahas dukungan untuk Ukraina yang dilanda perang dan restrukturisasi utang.

"Kami telah melihat beberapa gerakan oleh China untuk berpartisipasi dalam restrukturisasi utang untuk Sri Lanka, yang menjadi sinyal harapan," kata Yellen.

Ketika pertumbuhan global melambat, Bank Dunia sebelumnya memperingatkan bahwa prospek ke depan sangat sulit bagi ekonomi termiskin – yang menghadapi pertumbuhan lamban didorong oleh beban utang yang berat dan pelemahan investasi.

Yellen sebelumnya mengatakan, bahwa China harus bergerak lebih cepat pada beberapa restrukturisasi utang. Diskusi hal ini akan berlanjut minggu depan ketika meja bundar utang negara global yang baru dibentuk berkumpul, katanya kepada AFP.

"Kami melakukan diskusi teknis yang berguna tentang elemen-elemen penting dari restrukturisasi utang. China telah berpartisipasi, dan kita semua terus menekan China untuk perbaikan," katanya.

Washington juga terus mendorong operasi "kerangka kerja bersama" G20 yang lebih cepat dan lebih dapat diprediksi juga untuk restrukturisasi utang.

Mengenai Ukraina, Yellen mengatakan: "Sekali lagi, kami akan bekerja dengan semua sekutu kami untuk mendesak agar Rusia menghentikan kebrutalannya di Ukraina."

Dia menambahkan bahwa Amerika Serikat akan menekan dukungan ekonomi bersama mitranya di bidang ini.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
IMF, Bank Dunia, dan...
IMF, Bank Dunia, dan IEA Ketar-ketir Kelangkaan BBM di Depan Mata
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Terancam Bangkrut? 27...
Terancam Bangkrut? 27 Negara Panik Amankan Dana Darurat Bank Dunia
IMF Peringatkan AI Bisa...
IMF Peringatkan AI Bisa Bobol Sistem Perbankan Dunia dalam Hitungan Detik!
Status Baru, Tantangan...
Status Baru, Tantangan Lama
Bank Dunia Nilai RI...
Bank Dunia Nilai RI Tak Bisa Jadi Negara Maju: Susah Keluar dari Middle Income Trap
Pidato di Davos, Prabowo:...
Pidato di Davos, Prabowo: Kita Berkumpul saat Dunia Penuh Ketidakpastian
Rekomendasi
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
My Devil President:...
My Devil President: Microdrama CEO yang Penuh Plot Twist
Berita Terkini
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved