Pemulihan China Jadi Angin Segar ke Ekonomi Asia, IMF Wanti-wanti Krisis Perbankan Barat
Rabu, 03 Mei 2023 - 08:55 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: 3 Bank AS Bangkrut dan Tren Suku Bunga Tinggi, Begini Proyeksi Perry Warjiyo
Ekonomi Asia diperkirakan akan tumbuh 4,6% tahun ini setelah kenaikan 3,8% pada 2022, berkontribusi sekitar 70% dari pertumbuhan global, kata IMF. Hal itu meningkatkan perkiraannya sebesar 0,3 poin persentase dari Oktober.
China dan India akan menjadi pendorong utama dengan ekspansi masing-masing 5,2% dan 5,9%, meskipun pertumbuhan di seluruh Asia juga diperkirakan akan mencapai titik terendah tahun ini, kata laporan itu.
Tetapi IMF memangkas proyeksi pertumbuhan Asia tahun depan sebesar 0,2 poin menjadi 4,4% dan memperingatkan risiko terhadap prospek seperti inflasi yang lebih tinggi. Ditambah melambatnya permintaan global serta dampak dari tekanan sektor perbankan AS dan Eropa.
"Sementara spillovers ke kawasan dari tekanan di sektor keuangan AS dan Eropa telah relatif terkendali sejauh ini, Asia tetap rentan terhadap pengetatan kondisi keuangan dan repricing aset yang tiba-tiba dan tidak teratur," kata IMF.
Ekonomi Asia diperkirakan akan tumbuh 4,6% tahun ini setelah kenaikan 3,8% pada 2022, berkontribusi sekitar 70% dari pertumbuhan global, kata IMF. Hal itu meningkatkan perkiraannya sebesar 0,3 poin persentase dari Oktober.
China dan India akan menjadi pendorong utama dengan ekspansi masing-masing 5,2% dan 5,9%, meskipun pertumbuhan di seluruh Asia juga diperkirakan akan mencapai titik terendah tahun ini, kata laporan itu.
Tetapi IMF memangkas proyeksi pertumbuhan Asia tahun depan sebesar 0,2 poin menjadi 4,4% dan memperingatkan risiko terhadap prospek seperti inflasi yang lebih tinggi. Ditambah melambatnya permintaan global serta dampak dari tekanan sektor perbankan AS dan Eropa.
"Sementara spillovers ke kawasan dari tekanan di sektor keuangan AS dan Eropa telah relatif terkendali sejauh ini, Asia tetap rentan terhadap pengetatan kondisi keuangan dan repricing aset yang tiba-tiba dan tidak teratur," kata IMF.
Lihat Juga :