Perempuan Pengusaha Asal Indonesia Suarakan Kesetaraan Gender Ekonomi di Jepang dan Rusia
Senin, 22 Mei 2023 - 20:17 WIB
loading...
Perempuan Pengusaha asal Indonesia, menyuarakan aksi akselerasi pemberdayaan dan kemajuan perempuan di sektor swasta, dan mendorong dialog multi pihak guna mengurangi kesenjangan gender global. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Perempuan Pengusaha asal Indonesia, menyuarakan aksi akselerasi pemberdayaan dan kemajuan perempuan di sektor swasta, dan mendorong dialog multi pihak terkait regulasi dan norma sosial untuk perubahan yang lebih baik guna mengurangi kesenjangan gender global.
Wakil Ketua Umum DPP IWAPI , Rinawati Prihatiningsih yang juga mewakili G20 EMPOWER Indonesia belum lama ini mempresentasikan suaran dan undangan G20 EMPOWER di dua forum.
Baca Juga: Berdayakan Ekonomi Perempuan, G20 Empower Usung Kesetaraan
Forum pertama di hadapan G20 EMPOWER Advocates Jepang yang terdiri dari para pemimpin dan wakil perusahaan menjelang acara G7 baru-baru ini di Jepang dalam “Gender Gap Conference 2023 yang diselenggarakan oleh Koran NIKKEI dan “A Special Event with G20 EMPOWER Advocates yang diselenggarakan oleh G20 EMPOWER Jepang, Tsukiko Sukahara dan Michiko Achilles bekerjasama dengan advocates dari koran NIKKEI.
Baca Juga: Kesetaraan Keterlibatan Perempuan Buka Peluang Kerek PDB Global
Rina menyampaikan tentang pentingnya keterlibatan perempuan dalam mendukung tercapainya tujuan pembangunan yang berkelanjutan (SDGs). Menurutnya, tujuan pembangunan berkelanjutan tidak tercapai apabila setengah dari populasi dunia tertinggal.
“Berbagai program, kebijakan telah dilakukan pemerintah dan dunia usaha namun kenyataan saat ini menunjukkan sebagaimana laporan dari Global Gender Gap Report 2022 bahwa dibutuhkan waktu 155 tahun untuk menutup kesenjangan gender Pemberdayaan Politik, lalu 151 tahun untuk menutup kesenjangan gender Partisipasi dan Peluang Ekonomi dan dibutuhkan 22 tahun untuk menutup kesenjangan gender Pencapaian Pendidikan," tutur Rinawati.
Untuk itu di acara tersebut, Rina mengundang para advocates G20 EMPOWER Jepang yang terdiri dari perusahaan nasional dan multi nasional di Jepang untuk terus berpartisipasi dan berperan aktif mendukung visi misi G20 EMPOWER. Aliansi G20 EMPOWER adalah aliansi yang inklusif dan digerakan oleh aksi, untuk Pemberdayaan dan Kemajuan Representasi Ekonomi Perempuan atau disingkat G20 EMPOWER.
Aliansi ini merupakan aliansi satu-satunya di G20 yang menyatukan para pemimpin sektor swasta dan mitra pemerintah untuk bersama-sama mengadvokasi dan mengkatalisasi kemajuan upaya pemberdayaan ekonomi perempuan yang saat ini masih terdapat kesenjangan gender.
Dalam paparannya, Rina juga sharing bagaimana berkomunikasi meyakinkan keluarga untuk saling mendukung dan berbagi pengasuhan dan tugas rumah tangga, sehingga setiap anggota keluarga dapat membuka potensi penuh sebagai manusia untuk hidup, untuk belajar dan juga untuk bekerja.
Setelah kegiatan dengan Chair dan Co-Chair serta para Advocates G20 EMPOWER Jepang, Rinawati Prihatiningsih bertemu dengan Heri Akhmadi, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI di KBRI Tokyo. Dalam pertemuan tersebut, Rina menyampaikan tentang latar belakang, objektif tentang G20 EMPOWER, serta kerjasama yang telah terjalin antara G20 EMPOWER Indonesia dan Jepang.
Selain itu di kesempatan yang sama, disampaikan tentang realisasi komitmen bersama untuk akselerasi tercapainya tujuan the Brisbane Goals yang merupakan komitmen para Kepala Negara yang tergabung dalam G20, yaitu mengurangi kesenjangan dalam partisipasi angkatan kerja antara laki-laki dan perempuan sebesar 25% pada tahun 2025.
Forum yang kedua adalah di acara The 14th Russia – Islamic World: KazanForum International Economic Forum, 18-19 Mei, diselenggarakan oleh Eurasian Women’s Forum inisiasi dari Rosconggress Foundation, Rusia. Rina hadir secara virtual, mengangkat G20 EMPOWER dan APEC BEST AWARD.
Keduanya memiliki keunikan, dimana keduanya sepakat kesetaraan gender dalam konteks pembangunan ekonomi global. Rinawati pun menyuarakan untuk kesetaraan yang berkeadilan untuk memajukan ekonomi yang saling menguntungkan.
Wakil Ketua Umum DPP IWAPI , Rinawati Prihatiningsih yang juga mewakili G20 EMPOWER Indonesia belum lama ini mempresentasikan suaran dan undangan G20 EMPOWER di dua forum.
Baca Juga: Berdayakan Ekonomi Perempuan, G20 Empower Usung Kesetaraan
Forum pertama di hadapan G20 EMPOWER Advocates Jepang yang terdiri dari para pemimpin dan wakil perusahaan menjelang acara G7 baru-baru ini di Jepang dalam “Gender Gap Conference 2023 yang diselenggarakan oleh Koran NIKKEI dan “A Special Event with G20 EMPOWER Advocates yang diselenggarakan oleh G20 EMPOWER Jepang, Tsukiko Sukahara dan Michiko Achilles bekerjasama dengan advocates dari koran NIKKEI.
Baca Juga: Kesetaraan Keterlibatan Perempuan Buka Peluang Kerek PDB Global
Rina menyampaikan tentang pentingnya keterlibatan perempuan dalam mendukung tercapainya tujuan pembangunan yang berkelanjutan (SDGs). Menurutnya, tujuan pembangunan berkelanjutan tidak tercapai apabila setengah dari populasi dunia tertinggal.
“Berbagai program, kebijakan telah dilakukan pemerintah dan dunia usaha namun kenyataan saat ini menunjukkan sebagaimana laporan dari Global Gender Gap Report 2022 bahwa dibutuhkan waktu 155 tahun untuk menutup kesenjangan gender Pemberdayaan Politik, lalu 151 tahun untuk menutup kesenjangan gender Partisipasi dan Peluang Ekonomi dan dibutuhkan 22 tahun untuk menutup kesenjangan gender Pencapaian Pendidikan," tutur Rinawati.
Untuk itu di acara tersebut, Rina mengundang para advocates G20 EMPOWER Jepang yang terdiri dari perusahaan nasional dan multi nasional di Jepang untuk terus berpartisipasi dan berperan aktif mendukung visi misi G20 EMPOWER. Aliansi G20 EMPOWER adalah aliansi yang inklusif dan digerakan oleh aksi, untuk Pemberdayaan dan Kemajuan Representasi Ekonomi Perempuan atau disingkat G20 EMPOWER.
Aliansi ini merupakan aliansi satu-satunya di G20 yang menyatukan para pemimpin sektor swasta dan mitra pemerintah untuk bersama-sama mengadvokasi dan mengkatalisasi kemajuan upaya pemberdayaan ekonomi perempuan yang saat ini masih terdapat kesenjangan gender.
Dalam paparannya, Rina juga sharing bagaimana berkomunikasi meyakinkan keluarga untuk saling mendukung dan berbagi pengasuhan dan tugas rumah tangga, sehingga setiap anggota keluarga dapat membuka potensi penuh sebagai manusia untuk hidup, untuk belajar dan juga untuk bekerja.
Setelah kegiatan dengan Chair dan Co-Chair serta para Advocates G20 EMPOWER Jepang, Rinawati Prihatiningsih bertemu dengan Heri Akhmadi, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI di KBRI Tokyo. Dalam pertemuan tersebut, Rina menyampaikan tentang latar belakang, objektif tentang G20 EMPOWER, serta kerjasama yang telah terjalin antara G20 EMPOWER Indonesia dan Jepang.
Selain itu di kesempatan yang sama, disampaikan tentang realisasi komitmen bersama untuk akselerasi tercapainya tujuan the Brisbane Goals yang merupakan komitmen para Kepala Negara yang tergabung dalam G20, yaitu mengurangi kesenjangan dalam partisipasi angkatan kerja antara laki-laki dan perempuan sebesar 25% pada tahun 2025.
Forum yang kedua adalah di acara The 14th Russia – Islamic World: KazanForum International Economic Forum, 18-19 Mei, diselenggarakan oleh Eurasian Women’s Forum inisiasi dari Rosconggress Foundation, Rusia. Rina hadir secara virtual, mengangkat G20 EMPOWER dan APEC BEST AWARD.
Keduanya memiliki keunikan, dimana keduanya sepakat kesetaraan gender dalam konteks pembangunan ekonomi global. Rinawati pun menyuarakan untuk kesetaraan yang berkeadilan untuk memajukan ekonomi yang saling menguntungkan.
Lihat Juga :