Terperangkap Utang, China Kubur Uang Triliunan Dolar di Jalur Sutra

Selasa, 06 Juni 2023 - 18:34 WIB
loading...
A A A
Jumlah sebenarnya, bagaimanapun, meningkat secara signifikan akibat depresiasi rupee, sesuatu yang dua kali pergantian pinjaman sejak awal 2023 gagal mencegahnya. Angola, kasus menarik lainnya yang berhutang lebih dari 40 persen dari total pinjaman eksternalnya USD73 miliar kepada China, menghabiskan sekitar 70 persen pendapatannya untuk pembayaran utang.

Situasi ekonomi negara-negara ini semakin terancam oleh kenyataan bahwa banyak proyek yang dibiayai oleh pinjaman China tidak menghasilkan pendapatan yang cukup. Baik itu pelabuhan Hambantota di Sri Lanka, pelabuhan strategis Gwadar, atau seluruh CPEC di Pakistan, atau bahkan Uganda yang belajar dari kegagalan proyek SRG yang didanai oleh China di Kenya, mereka mulai membatalkan kerja sama dengan proyek kereta api China dan beralih ke negara-negara lain untuk terhubung dengan Kenya.

Mereka semakin menyadari bahwa kemitraan dengan China tidak berarti transisi otomatis menuju keuntungan dan pembangunan. Bahkan, 128 operasi penyelamatan menunjukkan bahwa keuntungan dan pembangunan jauh dari kemungkinan terjadi.

Baca Juga: Pasang Jebakan Utang, Begini Cara China Sita Aset Pelabuhan Sri Lanka

Pemahaman ini tidak hanya berpotensi mengubah arah banyak negara menjauh dari China, tetapi juga mengarah pada negara-negara BRI beralih ke negara-negara lain. Uganda beralih ke Turki, yang telah menginvestasikan lebih dari USD70 miliar di benua Afrika.

Banyak studi yang menemukan bahwa membangun infrastruktur telah memberikan bantuan yang tak terhitung bagi membawa beberapa negara miskin ke abad ke-21, namun imbalannya, baik bagi China maupun negara penerima, jauh lebih rendah dari yang diantisipasi.

Dengan proyek-proyek China yang tidak berhasil dan China merasa penting untuk terus memberikan pinjaman kepada negara-negara ini termasuk pinjaman penyelamatan banyak negara lain, termasuk negara-negara Barat, yang bergerak maju.

IMF tampaknya menjadi pengganti China. Antara 2020 dan 2022, pinjaman IMF untuk Afrika Sub-Sahara mengalami peningkatan signifikan. Dana tersebut menyediakan lebih dari USD50 miliar, yang lebih dari dua kali lipat jumlah yang diberikan dalam satu dekade sejak 1990. Fakta bahwa peningkatan ini sejalan dengan melemahnya BRI berarti ada peluang bagi pesaing ekonomi global China untuk mengisi kekosongan dengan rencana pembangunan mereka sendiri.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
Rekomendasi
Hari Kedua Audisi Miss...
Hari Kedua Audisi Miss Indonesia 2026 Membludak, Talenta Muda Surabaya Tunjukkan Pesonanya
Melejit Bersama Holding...
Melejit Bersama Holding Ultra Mikro, Warung Sembako di Semarang Ini Sukses Dongkrak Ekonomi Keluarga
Dari Dunia Usaha ke...
Dari Dunia Usaha ke Politik, Jejak Pengabdian Yulius Aho untuk Kalbar
Berita Terkini
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
NHM Terima Penghargaan...
NHM Terima Penghargaan atas Kontribusi Aktif dalam Perlindungan Lingkungan
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved