Shell Luluh, Pertamina Siap Eksekusi Blok Masela Akhir Juni
Rabu, 14 Juni 2023 - 08:46 WIB
loading...
Pertamina siap masuk Blok Masela akhir Juni 2023. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan negosiasi kesepakatan pengambilalihan participating interest (PI) 35% Blok Masela antara Shell dan Pertamina telah menemukan titik terang. Kesepekatan tersebut akan dieksekusi akhir Juni 2023.
"Mengenai Masela alhamdulillah sudah ada titik temu, sudah ada jalan keluar. Shell sudah mau melepas sahamnya ke Pertamina dan ini dieksekusi akhir bulan ini, telah disepakati. Selanjutnya konsorsium ini akan terbentuk antara Inpex dengan Pertamina, dan kemungkinan juga dengan Petronas," ujar Arifin saat rapat kerja dengan Komisi VII, di Gedung DPR, Selasa (13/6/2023).
Baca Juga: Siap-siap! Akan Ada Kejutan Bos Pertamina Soal Blok Masela
Arifin juga menyampaikan soal staus kemajuan proyek gas Lapangan Abadi Blok Masela. Beberapa aspek teknis lingkungan komersil telah selesai dilaksanakan.
"Terkait persetujuan original WP&B 2023 untuk implementasi proyek 2023, untuk implementasi proyek pengadaan lahan area non hutan, kegiatan pemasaran, dan kajian AMDAL," tuturnya.
Arifin juga menyampaikan ada sejumlah kegiatan yang harus dilaksanakan pada 2023 di antaranya tender FEED (OLNG, FPSO, SURF, dan GEP) yang statusnya saat ini persiapan dan menunggu keputuusan INPEX HQ terkait kejelasan rencana investasi dan pengembangan. Kemudian, revisi 2 POD-1 dimana SKK Migas dan INPEX telah sepakat untuk memasukkan carbon capture storage (CCS) ke dalam lingkup revisi 2 POD-1.
"Hal yang perlu dilakukan agar proyek abadi Masela dapat berjalan antara lain adalah revisi kedua POD 1 Lapangan Abadi Masela dengan memasukkan program CCS dengan tambahan investasi kurang lebih USD1 sampai dengan USD1,4 miliar. Inpex juga telah menyampaikan surat permohonan revisi 2 rencana pengembangan lapangan 1 dengan memasukkan program carbon capture (CCS) kepada SKK migas pada 4 April 2023," papar Arifin.
"Mengenai Masela alhamdulillah sudah ada titik temu, sudah ada jalan keluar. Shell sudah mau melepas sahamnya ke Pertamina dan ini dieksekusi akhir bulan ini, telah disepakati. Selanjutnya konsorsium ini akan terbentuk antara Inpex dengan Pertamina, dan kemungkinan juga dengan Petronas," ujar Arifin saat rapat kerja dengan Komisi VII, di Gedung DPR, Selasa (13/6/2023).
Baca Juga: Siap-siap! Akan Ada Kejutan Bos Pertamina Soal Blok Masela
Arifin juga menyampaikan soal staus kemajuan proyek gas Lapangan Abadi Blok Masela. Beberapa aspek teknis lingkungan komersil telah selesai dilaksanakan.
"Terkait persetujuan original WP&B 2023 untuk implementasi proyek 2023, untuk implementasi proyek pengadaan lahan area non hutan, kegiatan pemasaran, dan kajian AMDAL," tuturnya.
Arifin juga menyampaikan ada sejumlah kegiatan yang harus dilaksanakan pada 2023 di antaranya tender FEED (OLNG, FPSO, SURF, dan GEP) yang statusnya saat ini persiapan dan menunggu keputuusan INPEX HQ terkait kejelasan rencana investasi dan pengembangan. Kemudian, revisi 2 POD-1 dimana SKK Migas dan INPEX telah sepakat untuk memasukkan carbon capture storage (CCS) ke dalam lingkup revisi 2 POD-1.
"Hal yang perlu dilakukan agar proyek abadi Masela dapat berjalan antara lain adalah revisi kedua POD 1 Lapangan Abadi Masela dengan memasukkan program CCS dengan tambahan investasi kurang lebih USD1 sampai dengan USD1,4 miliar. Inpex juga telah menyampaikan surat permohonan revisi 2 rencana pengembangan lapangan 1 dengan memasukkan program carbon capture (CCS) kepada SKK migas pada 4 April 2023," papar Arifin.
Lihat Juga :