Pemberi Pinjaman Top Rusia Meninggalkan Uni Eropa

Kamis, 22 Juni 2023 - 16:31 WIB
loading...
Pemberi Pinjaman Top...
Sberbank, bank dan jasa keuangan yang mayoritas dimiliki Rusia telah merampungkan penjualan anak perusahaannya di Austria. Foto/Dok Reuters
A A A
JAKARTA - Sberbank, bank dan jasa keuangan yang mayoritas dimiliki Rusia telah merampungkan penjualan anak perusahaannya di Austria. Pemberi pinjaman terbesar Rusia, Sber telah menyelesaikan penarikan dirinya dari pasar perbankan Uni Eropa .

Baca Juga: Gebrakan Baru Putin: Bank Rusia Dilarang Berbagi Data dengan Negara-negara Tidak Bersahabat

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis melalui situs resmi perusahaan, pihak bank memastikan telah menyelesaikan kesepakatan penjualan anak perusahaannya di Austria, Sber Vermögensverwaltungs AG di Abwicklung yang merupakan cabang terakhir bank yang beroperasi di blok tersebut.

Baca Juga: Bos Bank Sentral Amerika Serikat Kena Prank Rusia

Sber mencatat bahwa mereka telah mengikuti semua aturan serta memperoleh semua persetujuan yang diperlukan untuk mensahkan penjualan. Tetapi seperti dilansir RT, pihak bank masih merahasiakan seputar nilai kesepakatan.

Unit bank di Austria tersebut akan diambil alih oleh perusahaan lokal yang dikendalikan oleh pengusaha Stefan Zöchling.

"Penjualan anak perusahaan kami di Austria kepada investor asing didorong oleh situasi global saat ini. Kami puas dengan ketentuan kesepakatan," ungkap Alexander Vedyakhin, selaku deputi chairman Sber dalam sebuah pernyataan resmi.

Sementara itu terkait dengan rencana bank selanjutnya, Ia menambahkan bakal fokus pada pengembangan layanan keuangannya di Rusia dan ke pasar negara-negara yang "ramah". Istilah ini mengacu pada negara-negara yang tidak memberikan sanksi kepada Rusia sehubungan dengan situasi antara Moskow dan Kiev.

Sber sempat mengumumkan rencana untuk melakukan divestasi dari pasar Uni Eropa pada tahun lalu. Kebijakan ini diambil menyusul sanksi yang dihadapinya tak lama setelah Rusia meluncurkan operasi militernya di Ukraina.

Sber beroperasi di wilayah tersebut melalui Sberbank Europe AG, memiliki cabang di delapan negara Uni Eropa dan melayani sekitar 715.000 klien. Pada akhir tahun 2020, total asetnya di blok tersebut bernilai hingga USD14,2 miliar.

Akhir tahun lalu, Sber melaporkan bahwa perusahaan menelan kerugian 143,3 miliar rubel atau USD1,7 miliar, akibat dari penghentian operasional dan penjualan anak usaha mereka di Uni Eropa.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
BI Rate Naik, LPS Tetap...
BI Rate Naik, LPS Tetap Tahan Tingkat Bunga Penjaminan 3,5%
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Rekomendasi
Passing Grade Terbaik...
Passing Grade Terbaik se-Kediri, Mas Dhito Antar Siswa Boarding School Masuk PT
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa 18 Juni, Kejagung Dalami 26 Tokoh Terkait Kasus Korupsi MBG
Prancis vs Senegal:...
Prancis vs Senegal: Ulangan Kejutan 2002?
Berita Terkini
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved