Berkat Sawit, Ekonomi Rakyat di 317 Kabupaten Terangkat
Selasa, 08 Agustus 2023 - 15:57 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Membangun Ekonomi Daerah lewat Perkebunan Sawit
Menurut Mushalifah, kabupaten-kabupaten yang perekonomiannya tergantung pada kelapa sawit, memiliki kesejahteraan yang lebih tinggi daripada daerah yang ekonominya tergantung pada komoditas lainnya. Karena itu, Musdhalifah mengingatkan agar daerah yang ekonominya mapan berkat kelapa sawit tidak diganggu dengan isu bahwa pengembangan komoditas itu merusak ekosistem.
Menurut dia, perkebunan sawit merupakan ekosistem baru menggantikan ekosistem lama yang ada sebelumnya. Namun, hal itu tak berarti pengembangan kelapa sawit di satu daerah merusak ekosistem yang ada. Semua pihak, kata dia, perlu beradaptasi dengan ekosistem baru ini.
"Contohnya negara-negara yang tidak punya hutan, tapi kan ekosistemnya tidak disebut rusak. Kenapa yang ada sawit malah dibilang rusak. Itu negara-negara yang tidak punya tanaman dan banyak industri, kita klaim dia ekosistemnya rusak nggak? kan enggak. Negara kita saja yang terus diklaim merusak, apa kita suka? Kita tidak mau ada hal-hal yang mengganggu ekonomi kita," tandasnya.
Menurut Mushalifah, kabupaten-kabupaten yang perekonomiannya tergantung pada kelapa sawit, memiliki kesejahteraan yang lebih tinggi daripada daerah yang ekonominya tergantung pada komoditas lainnya. Karena itu, Musdhalifah mengingatkan agar daerah yang ekonominya mapan berkat kelapa sawit tidak diganggu dengan isu bahwa pengembangan komoditas itu merusak ekosistem.
Menurut dia, perkebunan sawit merupakan ekosistem baru menggantikan ekosistem lama yang ada sebelumnya. Namun, hal itu tak berarti pengembangan kelapa sawit di satu daerah merusak ekosistem yang ada. Semua pihak, kata dia, perlu beradaptasi dengan ekosistem baru ini.
"Contohnya negara-negara yang tidak punya hutan, tapi kan ekosistemnya tidak disebut rusak. Kenapa yang ada sawit malah dibilang rusak. Itu negara-negara yang tidak punya tanaman dan banyak industri, kita klaim dia ekosistemnya rusak nggak? kan enggak. Negara kita saja yang terus diklaim merusak, apa kita suka? Kita tidak mau ada hal-hal yang mengganggu ekonomi kita," tandasnya.
(fjo)
Lihat Juga :