Dijuluki Emas Merah, Ini Minyak Paling Mahal di Dunia: Rp4,5 Juta per Liter
Rabu, 30 Agustus 2023 - 14:02 WIB
loading...
Minyak argan menjadi minyak nabati paling mahal di dunia. Foto/Reuters
A
A
A
JAKARTA - Di dunia ini ada satu jenis minyak yang harganya paling mahal di dunia, mengalahkan minyak bumi alias emas hitam. Harganya mencapai USD300 per liter atau Rp4,5 juta per liter. Minyak argan namanya atau biasa disebut emas merah karena harganya yang selangit.
Baca juga: Permintaan Minyak Nabati Bakal Melonjak jadi 307 Juta Ton, Peluang Bagi CPO Indonesia
Minyak argan merupakan minyak nabati yang awalnya hanya diproduksi di desa-desa di Maroko, sebuah negara di Afrika Utara. Sebelumnya minyak argan tak diperdagangkan secara internasional, namun setelah muncul sebuah koperasi yang dikelola oleh kaum perempuan di negara itu, produksi minyak ini kian meluber dan bernilai triliunan rupiah.
Minyak argan sebagian besar digunakan dalam produk kosmetik kelas atas dan masakan Maroko. Minyaknya berasal dari biji pohon argan, yang berasal dari daerah semi-gurun sempit antara pantai Atlantik Maroko dan Pegunungan Atlas. Masyarakat Amazigh di Afrika Utara telah menggunakan biji argan selama berabad-abad, dan metode pembuatan minyak mahal ini tidak berubah selama bertahun-tahun.
"Tahap produksi pertama adalah koleksi. Kami mengumpulkan buah argan. Kami mengumpulkannya saat sudah tua. Buah yang masih muda warnanya hijau. Kita tidak bisa mengumpulkannya dengan cara memukul pohon dengan tongkat atau memetiknya dari pohon. Kita tunggu sampai matang dan jatuh ke tanah, warnanya berubah menjadi coklat," kata Khadijah Heeda, pembuat minyak argan, dikutip dari video Businessinsider, Rabu (30/8/2023).
Setelah dikumpulkan, buah argan dijemur sebelum dikupas dan diambil dagingnya dengan tangan untuk menghilangkan lapisan luar yang berdaging. Kacang argan yang tersisa kemudian dipecahkan untuk mengambil inti minyak di dalamnya.
Minyak argan tidak seperti minyak lainnya. Kualitas terbaik dikenal dengan sebutan “emas merah” karena harganya yang sangat mahal. Minyak argan membutuhkan banyak usaha untuk memproduksinya. Bagi seorang wanita untuk menghasilkan satu liter minyak argan, dibutuhkan waktu sekitar 24 jam.
Baca juga: Permintaan Minyak Nabati Bakal Melonjak jadi 307 Juta Ton, Peluang Bagi CPO Indonesia
Minyak argan merupakan minyak nabati yang awalnya hanya diproduksi di desa-desa di Maroko, sebuah negara di Afrika Utara. Sebelumnya minyak argan tak diperdagangkan secara internasional, namun setelah muncul sebuah koperasi yang dikelola oleh kaum perempuan di negara itu, produksi minyak ini kian meluber dan bernilai triliunan rupiah.
Minyak argan sebagian besar digunakan dalam produk kosmetik kelas atas dan masakan Maroko. Minyaknya berasal dari biji pohon argan, yang berasal dari daerah semi-gurun sempit antara pantai Atlantik Maroko dan Pegunungan Atlas. Masyarakat Amazigh di Afrika Utara telah menggunakan biji argan selama berabad-abad, dan metode pembuatan minyak mahal ini tidak berubah selama bertahun-tahun.
"Tahap produksi pertama adalah koleksi. Kami mengumpulkan buah argan. Kami mengumpulkannya saat sudah tua. Buah yang masih muda warnanya hijau. Kita tidak bisa mengumpulkannya dengan cara memukul pohon dengan tongkat atau memetiknya dari pohon. Kita tunggu sampai matang dan jatuh ke tanah, warnanya berubah menjadi coklat," kata Khadijah Heeda, pembuat minyak argan, dikutip dari video Businessinsider, Rabu (30/8/2023).
Setelah dikumpulkan, buah argan dijemur sebelum dikupas dan diambil dagingnya dengan tangan untuk menghilangkan lapisan luar yang berdaging. Kacang argan yang tersisa kemudian dipecahkan untuk mengambil inti minyak di dalamnya.
Minyak argan tidak seperti minyak lainnya. Kualitas terbaik dikenal dengan sebutan “emas merah” karena harganya yang sangat mahal. Minyak argan membutuhkan banyak usaha untuk memproduksinya. Bagi seorang wanita untuk menghasilkan satu liter minyak argan, dibutuhkan waktu sekitar 24 jam.
Lihat Juga :