alexametrics

Menteri Teten Bidik Cisarua Jadi Tempat Kongkow Ekonomi Baru Masyarakat

loading...
Menteri Teten Bidik Cisarua Jadi Tempat Kongkow Ekonomi Baru Masyarakat
Menkop UKM Teten Masduki (tengah) saat mengunjungi Rungkun Awi di Cisarua, Boror, Kamis (30/7/2020). Foto/Dok Kemenkop UKM
A+ A-
JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki melihat potensi Rungkun Awi yang berada di Desa Tugu Selatan, Cisarua sebagai ekonomi baru untuk masyarakat. Hal ini seiring, kawasan hutan bambu, bekas pembuangan sampah tersebut, kini sudah mulai menjadi titik ekonomi baru bagi masyarakat di sekitar Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

Dengan pengelolaan yang baik, kawasan yang menjadi tempat "kongkow" musisi jazz Idang Rasjidi itu, akan mulai berubah menjadi kegiatan kebudayaan dan kesenian masyarakat. Terlebih, wilayah tersebut dekat dengan Jakarta dan diharapkan akan menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat, dengan memberdayakan produk unggulan UMKM setempat.

"Kang Idang mengajak saya ke sini pasti punya ide. 17 tahun sebelumnya tempat sampah. Jika dilihat ini dekat Jakarta. Kita akan buka semacam kegiatan kebudayaan, pusat kegiatan ekonomi masyarakat," ujar Teten usai melihat kawasan konservasi Rungkun Awi di Cisarua, Bogor, Kamis (30/7/2020). (Baca juga: Urusan Perut, Koperasi Pangan di Indonesia Harus Diperkuat)

Teten menjelaskan, jika dikelola dan digarap dengan baik, maka Rungkun Awi akan memiliki nilai ekonomi yang luar biasa. Pihaknya juga ingin menunjukkan kepada masyarakat disekitar lokasi, untuk menghargai potensi, daerah dan alamnya. Karena hal itu akan berdampak pada meningkatnya perekonomian bagi masyarakat setempat.



"Misalnya di hari Sabtu dan minggu kita akan buka pasar rakyat. Dimana para petani bisa menjual hasil bumi, makanan. Ini bakal menarik. Saya optimis. Asal digarap dengan baik," katanya. (Baca juga: Black Shark 3S Resmi Bawa Layar AMOLED 6,67 Inci, 120Hz, Snapdragon 865)

Teten juga mengaku kagum dengan hutan bambu alamiah Rungkun Awi yang bisa juga dimanfaatkan untuk sektor pariwisata. KemenKopUKM menurutnya, akan merumuskan langkah pemerintah untuk bisa bersinergi, agar sektor UMKM bisa tumbuh di kawasan tersebut.



"Kita sudah jarang sekali lihat bambu yang masih alamiah dan lengkap seperti ini. Di suatu daerah perlu ada pusat ekonominya. Ini akan menjadi titik-titik tumbuh ekonomi masyarakat. Embrio baru. Kami akan segera merumuskah langkah dari KemenKopUKM," tambahnya.

Dia menegaskan, pemerintah akan mendorong tumbuhnya entrepreuneurship masyarakat, melalui sektor-sektor yang selama ini tidak dilirik, yaitu memanfaatkan alam untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan. Teten mencontohkan, di sejumlah negara, banyak dikembangkan pertumbuhan pusat-pusat ekonomi masyarakat. (Baca juga: Mau Naik Kelas di Industri Kreatif, Pantau Ajang Kemenperin Ini)

"Yang penting kita harus tumbuhkan entrepreneurship masyarakat. Kalau tadinya dengan modal besar, dengan usaha di kota. Kita tunjukkan bisa mulai usaha di kampungnya sendiri. Apa adanya. Jadikan bisa memiliiki nilai ekonomi. Disitulah pentingnya pemberdayaan, di tengah kekuatan ekonomi masyarakat itu sendiri," tuturnya.
(ind)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top