PLN Paparkan Konsep Transisi Energi Menuju COP28 ke Jokowi
Selasa, 19 September 2023 - 12:21 WIB
loading...
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan upaya transisi energi PLN di Acara Puncak Festival LIKE 2023. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - PT PLN (Persero) menegaskan komitmen dalam menjalankan transisi energi yang sejalan dengan persiapan Indonesia dalam rangka 28th Conference of The Parties (COP28) di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) November mendatang.
Hal itu ditegaskan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo di hadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi), para menteri dan pejabat setingkat menteri di acara puncak Festival Lingkungan, Iklim, Kehutanan, Energi Baru Terbarukan (LIKE) di Indonesia Arena, Senayan, Senin (18/9) lalu.
Di acara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tersebut, Presiden Joko Widodo kembali menegaskan ancaman nyata perubahan iklim. Hal itu, kata Kepala Negara, sudah dirasakan oleh semua negara di dunia, yang kemudian mendorong dilakukannya transisi energi.
Baca Juga: Mengebor Investasi di Pusaran Transisi Energi
"Sekali lagi, transisi menuju ke ekonomi hijau. Semua negara sekarang ini daur ulang sampah dikerjakan, produksi industri hijau dikerjakan, kendaraan listrik dimulai dibangun di negara-negara yang siap. Biodiesel digunakan, bioetanol digunakan, semua yang berbau green semua dikerjakan," tegas Presiden dalam siaran pers, Selasa (19/9/2023).
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar menambahkan, partisipasi semua pihak menjadi kekuatan Indonesia di antara negara-negara di dunia dalam aksi iklim global dan menjadi kontribusi yang sangat berarti untuk aksi iklim termasuk menyongsong COP28 Dubai. “Ini merupakan upaya nyata masyarakat bersama pemerintah dalam meningkatkan perbaikan lingkungan iklim dan aksi iklim untuk kelestarian alam,” ujarnya.
Terkait dengan itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan bahwa salah satu langkah strategis yang dilakukan PLN dalam rangka transisi ke energi bersih adalah dengan pengembangan Accelerated Renewable Energy. Rencana ini, kata Darmawan, mampu menambah porsi energi baru terbarukan (EBT) sebanyak 75% atau sebesar 60 Gigawatt (GW) sampai dengan tahun 2040.
Hal itu ditegaskan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo di hadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi), para menteri dan pejabat setingkat menteri di acara puncak Festival Lingkungan, Iklim, Kehutanan, Energi Baru Terbarukan (LIKE) di Indonesia Arena, Senayan, Senin (18/9) lalu.
Di acara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tersebut, Presiden Joko Widodo kembali menegaskan ancaman nyata perubahan iklim. Hal itu, kata Kepala Negara, sudah dirasakan oleh semua negara di dunia, yang kemudian mendorong dilakukannya transisi energi.
Baca Juga: Mengebor Investasi di Pusaran Transisi Energi
"Sekali lagi, transisi menuju ke ekonomi hijau. Semua negara sekarang ini daur ulang sampah dikerjakan, produksi industri hijau dikerjakan, kendaraan listrik dimulai dibangun di negara-negara yang siap. Biodiesel digunakan, bioetanol digunakan, semua yang berbau green semua dikerjakan," tegas Presiden dalam siaran pers, Selasa (19/9/2023).
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar menambahkan, partisipasi semua pihak menjadi kekuatan Indonesia di antara negara-negara di dunia dalam aksi iklim global dan menjadi kontribusi yang sangat berarti untuk aksi iklim termasuk menyongsong COP28 Dubai. “Ini merupakan upaya nyata masyarakat bersama pemerintah dalam meningkatkan perbaikan lingkungan iklim dan aksi iklim untuk kelestarian alam,” ujarnya.
Terkait dengan itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan bahwa salah satu langkah strategis yang dilakukan PLN dalam rangka transisi ke energi bersih adalah dengan pengembangan Accelerated Renewable Energy. Rencana ini, kata Darmawan, mampu menambah porsi energi baru terbarukan (EBT) sebanyak 75% atau sebesar 60 Gigawatt (GW) sampai dengan tahun 2040.
Lihat Juga :