Rusia Izinkan 32 Negara 'Sahabat' Masuk Pasar Valasnya, Ada Indonesia?

Jum'at, 22 September 2023 - 13:20 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Putin: Rusia Berhasil Atasi Kesulitan Sektor Keuangan Akibat Sanksi Barat

Namun, sebagian besar dari mereka tidak memiliki kesempatan untuk memasok likuiditas dalam mata uang nasional dalam volume yang dibutuhkan, sehingga membatasi jumlah transaksi. Situasi sebelumnya juga mendistorsi nilai tukar rubel terhadap mata uang nasional lainnya, karena lonjakan permintaan transaksi dalam mata uang tersebut baru-baru ini.

Tren ini dimulai di tengah sanksi Barat atas konflik Ukraina, yang memaksa Rusia beralih dari euro dan dolar dalam perdagangan lintas batas. Menurut pihak berwenang Rusia, amandemen tersebut akan membantu meningkatkan volume penyelesaian dalam mata uang nasional, dan selanjutnya mengurangi porsi mata uang Barat dalam impor dan ekspor Rusia.

Pangsa mata uang nasional dan mata uang "bersahabat" dalam perdagangan negara tersebut dengan Uni Ekonomi Eurasia tumbuh hampir 80% pada tahun 2022, dan diperkirakan akan mencapai 90% pada akhir tahun ini. Bulan lalu, muncul laporan bahwa kelompok negara berkembang BRICS juga mempertimbangkan untuk mengalihkan semua perdagangan lintas batas ke mata uang nasional.

Volume perdagangan mata uang nasional di bursa mata uang asing Rusia juga meningkat. Misalnya, volume perdagangan pasangan rubel-yuan di Bursa Moskow (MOEX) melampaui volume perdagangan pasangan dolar-rubel pada bulan Februari.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Rupiah Ambruk Diterpa...
Rupiah Ambruk Diterpa Mega Korupsi hingga Konflik AS-Iran, Hari ini Tembus Rp18.109 per USD
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
Bagaimana Kebijakan...
Bagaimana Kebijakan Bank Sentral Berpengaruh terhadap Pasar Mata Uang?
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
Jenderal Ini Klaim Ukraina...
Jenderal Ini Klaim Ukraina Akan Mengalami Kekalahan, Ini 4 Pemicunya
39 Rudal Rusia Hujani...
39 Rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina, Warga Sipil Ketakutan
Rekomendasi
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Raih Doktor di Unair,...
Raih Doktor di Unair, Pangi Chaniago Tawarkan Model Baru Jelaskan Split Ticket Voting di Indonesia
Belajar dari Negara...
Belajar dari Negara Lain, Revisi UU Hak Cipta Jangan Sampai Rugikan Media, Industri, dan Masyarakat
Berita Terkini
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved