Rusia Izinkan 32 Negara 'Sahabat' Masuk Pasar Valasnya, Ada Indonesia?

Jum'at, 22 September 2023 - 13:20 WIB
loading...
Rusia Izinkan 32 Negara...
Sebanyak 32 negara mendapat izin berpartisipasi dalam perdagangan valuta asing di pasar valas dan derivatif Rusia. Foto/Ilustrasi/Reuters
A A A
JAKARTA - Rusia telah meluncurkan daftar negara-negara "ramah dan netral" yang diizinkan untuk berdagang di pasar valuta asing (valas) negara tersebut, yang sebelumnya tertutup bagi negara asing. Perintah tersebut ditandatangani oleh Perdana Menteri Mikhail Mishustin dan dipublikasikan di situs Kabinet pada Kamis (21/9) lalu.

Istilah “ramah dan netral” tersebut mengacu pada negara-negara yang belum menyetujui sanksi Barat terhadap Rusia terkait konflik di Ukraina. Berdasarkan peraturan baru ini, bank dan broker dari 32 negara akan dapat berpartisipasi dalam perdagangan valuta asing di pasar valas dan derivatif Rusia.

Baca Juga: Sinyal Dedolarisasi Makin Kuat, Pengaruh Dolar di Pasar Minyak Mulai Hilang

Mengutip Russia Today, Jumat (22/9/2023), negara-negara yang masuk daftar tersebut adalah China, Kuba, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Türkiye, Afrika Selatan, Azerbaijan, Aljazair, Armenia, Banglades, Bahrain, Belarusia, Brasil, Venezuela, Vietnam, Mesir, India, Indonesia, Iran, Kazakhstan, Qatar , Kirgistan, Malaysia, Maroko, Mongolia, Oman, Pakistan, Serbia, Tajikistan, Thailand, Turkmenistan, dan Uzbekistan.

Daftar tersebut disetujui berdasarkan undang-undang federal tentang "Lelang Terorganisir" yang diadopsi pada Juli 2023, yang bertujuan untuk meningkatkan konversi langsung rubel dan mata uang nasional mitra Rusia. Sebelumnya, hanya penduduk Rusia yang dapat berpartisipasi dalam perdagangan valuta asing dalam negeri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Rupiah Ambruk Diterpa...
Rupiah Ambruk Diterpa Mega Korupsi hingga Konflik AS-Iran, Hari ini Tembus Rp18.109 per USD
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
Bagaimana Kebijakan...
Bagaimana Kebijakan Bank Sentral Berpengaruh terhadap Pasar Mata Uang?
Jenderal Ini Klaim Ukraina...
Jenderal Ini Klaim Ukraina Akan Mengalami Kekalahan, Ini 4 Pemicunya
39 Rudal Rusia Hujani...
39 Rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina, Warga Sipil Ketakutan
Beda Pendapat dengan...
Beda Pendapat dengan Pemerintah, Banyak Warga Rusia Didenda dan Dipenjara
Rekomendasi
Asila Maisa Curhat Masih...
Asila Maisa Curhat Masih Dihujat Jadi Selingkuhan Rizky Billar
Corong Iran Tantang...
Corong Iran Tantang AS Luncurkan Invasi Darat, Ungkap Rudal Bawah Tanah Teheran
Halftime Show Final...
Halftime Show Final Piala Dunia 2026 Bertabur Bintang, Ada BTS hingga Justin Bieber
Berita Terkini
Matikan Selat Hormuz!...
Matikan Selat Hormuz! AS dan Irak Deal Bangun Jalur Pipa Minyak Senilai Rp1.074 triliun
Studi Kearney: Masa...
Studi Kearney: Masa Depan Ekonomi Bergantung Kemampuan Adaptasi dengan AI
Tipis, IHSG Dibuka Merayap...
Tipis, IHSG Dibuka Merayap Naik ke 6.197 saat 528 Saham Malas Bergerak
Daftar Harga Emas Termurah...
Daftar Harga Emas Termurah hingga Paling Mahal usai Jatuh Rp4 Ribu per Gram
Lebih Ngeri dari Blokade...
Lebih Ngeri dari Blokade Selat Hormuz, Penutupan Laut Merah Ancam Energi Global
IHSG Pekan Ini Berpeluang...
IHSG Pekan Ini Berpeluang ke Level 6.380, Musim Laporan Keuangan Emiten Jadi Motor Penggerak
Infografis
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved