Saat Ekonomi China Tidak Sehat, Apa yang Terjadi pada Dunia?

Senin, 02 Oktober 2023 - 14:11 WIB
loading...
Saat Ekonomi China Tidak...
Ada pepatah yang mengatakan bahwa ketika Amerika Serikat (AS) bersin, maka seluruh dunia masuk angin. Tapi apa yang terjadi ketika ekonomi China tidak sehat?. Foto/Dok
A A A
BEIJING - Ada pepatah yang mengatakan bahwa ketika Amerika Serikat (AS) bersin, maka seluruh dunia masuk angin. Tapi apa yang terjadi ketika ekonomi China tidak sehat?

Baca Juga: Data Suram Ekonomi China: Ekspor Anjlok 14,5% dan Impor Merosot Tembus 12 Persen

Ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut, merupakan rumah bagi lebih dari 1,4 miliar orang dan kini sedang menghadapi sejumlah masalah. Termasuk di antaranya perlambatan pertumbuhan, pengangguran kaum muda yang tinggi dan pasar properti yang berantakan.

Saat ini chairman pengembang real estat dengan hutang paling besar di negara itu, Evergrande, telah ditempatkan di bawah pengawasan polisi dan saham perusahaan telah ditangguhkan di pasar saham.

Baca Juga: China Bantah Tudingan Barat: Ekonomi Kita Tangguh Tidak Runtuh

Beragam masalah tersebut terus menekan ekonomi China, lantas seberapa besar pengaruhnya bagi seluruh dunia? Analis meyakini kekhawatiran timbulnya bencana global, merupakan hal yang dilebih-lebihkan.

Tetapi perusahaan multinasional, pekerja mereka dan bahkan orang-orang yang tidak memiliki hubungan langsung dengan China cenderung merasakan setidaknya beberapa efek dari gejolak ekonomi China. Pada akhirnya, hal itu tergantung pada siapa Anda.

Pemenang dan pecundang

"Jika orang China, misalnya mulai mengurangi makan di luar untuk makan siang, apakah itu mempengaruhi ekonomi global?" tanya Direktur Eksekutif Asian Trade Center, Deborah Elms di Singapura.

"Jawabannya tidak sebanyak yang Anda bayangkan, tetapi tentu saja memukul perusahaan yang secara langsung bergantung pada konsumsi domestik China," sambungnya.

Ratusan perusahaan global besar seperti Apple, Volkswagen dan Burberry mendapatkan banyak pendapatan mereka dari pasar konsumen China yang luas dan akan terpukul oleh pengeluaran rumah tangga yang lebih sedikit. Efek knock-on kemudian akan dirasakan oleh ribuan pemasok dan pekerja di seluruh dunia yang bergantung pada perusahaan-perusahaan tersebut.

Ketika Anda mempertimbangkan bahwa China mempengaruhi lebih dari sepertiga pertumbuhan di dunia, segala jenis perlambatan akan terasa di luar perbatasannya. Lembaga pemeringkat kredit AS Fitch mengatakan, bulan lalu bahwa perlambatan China "membayangi prospek pertumbuhan global" dan menurunkan perkiraannya untuk seluruh dunia pada tahun 2024.

Namun menurut beberapa ekonom mengungkapkan, gagasan bahwa China adalah mesin kemakmuran global terlalu dibesar-besarkan. "Secara matematis, memang China menyumbang sekitar 40% dari pertumbuhan global," kata George Magnus, seorang ekonom di China Centre Universitas Oxford.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Keluarga Pejabat di...
Keluarga Pejabat di China Dilarang Total Berbisnis, Mundur atau Tutup Usaha! Berani Tiru?
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Rekomendasi
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Argentina Tundukkan...
Argentina Tundukkan Yordania 3-1, Messi Langsung Cetak Gol usai Masuk sebagai Pemain Pengganti
Daftar Lengkap 32 Tim...
Daftar Lengkap 32 Tim Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Pahami Prosedur Pemisahan...
Pahami Prosedur Pemisahan dah Pecah Sertifikat Tanah, Berikut Syaratnya
Potongan Aplikator 8%...
Potongan Aplikator 8% Hanya untuk Ojol Bukan Taksi Online, Begini Kata Menhub
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
Infografis
5 Negara Muslim yang...
5 Negara Muslim yang Bakal Terseret jika Perang Dunia III Terjadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved