BTN Tawarkan 1.831 Aset Properti Kepada Para Investor
Selasa, 04 Agustus 2020 - 08:33 WIB
loading...
A
A
A
Pada kesempatan sama, Direktur Remedial and Wholesale Risk BTN Elisabeth Novie Riswanti menjelaskan, dalam acara Investor Gathering setidaknya ada 1.831 aset dengan nilai total sekitar Rp6,06 triliun yang ditawarkan BTN, baik berupa proyek perumahan, proyek apartemen, rumah, kos atau kontrakan, perkantoran, unit apartemen, pabrik, ruko, hingga gudang yang tersebar di Pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi.
“Kami memberikan informasi selengkap-lengkapnya kepada calon investor agar mereka bisa menghitung nilai investasi, kemungkinan keuntungan yang mereka terima dalam jangka panjang sehingga ke depan mereka bisa memproyeksikan imbal hasil investasi atau return of investment mereka,” kata Novie.
Dia optimistis proyek perumahan masih prospektif mengingat tingginya backlog perumahan dan kebutuhan rumah. “Lokasi akan menjadi pertimbangan utama, selain faktor kelengkapan dokumen. Namun demikian, investor yang tertarik akan dilakukan due diligence untuk mengonfirmasi potensi dan prospek dari aset yang kami jual atau lelang,” ujar Novie. (Baca juga: Juli Terjadi Deflasi, Biaya Sekolah Tetap Mahal)
Untuk mendapatkan aset tersebut, investor cukup mengajukan form minat dan petugas dari BTN akan memproses lebih lanjut para investor untuk ikut serta dalam lelang dan proses due diligence. “Proses dan mekanisme lelang maupun mekanisme lain untuk pengambilalihan aset tersebut, kami lakukan sesuai ketentuan lelang atau peraturan perundangan yang berlaku agar memenuhi aspek legalitas,” kata Novie.
Adapun dalam Investor Gathering yang digelar, BTN mematok target penjualan aset sebesar Rp1 triliun terdiri dari Rp800 miliar dari penjualan aset, seperti perkantoran, pabrik, gudang, proyek apartemen, dan proyek perumahan, serta Rp200 miliar dari penjualan aset perumahan atau unit apartemen. “Penjualan dan pelelangan aset merupakan strategi yang cukup efektif dalam recovery aset BTN yang tahun ini kami harapkan bisa menembus Rp3 triliun, acara ini akan rutin kami agendakan,” kata Novie. (Baca juga: Mengaku HRD, Sopir Angkot Peras dan Tiduri 4 Wanita Pencari Kerja)
“Kami memberikan informasi selengkap-lengkapnya kepada calon investor agar mereka bisa menghitung nilai investasi, kemungkinan keuntungan yang mereka terima dalam jangka panjang sehingga ke depan mereka bisa memproyeksikan imbal hasil investasi atau return of investment mereka,” kata Novie.
Dia optimistis proyek perumahan masih prospektif mengingat tingginya backlog perumahan dan kebutuhan rumah. “Lokasi akan menjadi pertimbangan utama, selain faktor kelengkapan dokumen. Namun demikian, investor yang tertarik akan dilakukan due diligence untuk mengonfirmasi potensi dan prospek dari aset yang kami jual atau lelang,” ujar Novie. (Baca juga: Juli Terjadi Deflasi, Biaya Sekolah Tetap Mahal)
Untuk mendapatkan aset tersebut, investor cukup mengajukan form minat dan petugas dari BTN akan memproses lebih lanjut para investor untuk ikut serta dalam lelang dan proses due diligence. “Proses dan mekanisme lelang maupun mekanisme lain untuk pengambilalihan aset tersebut, kami lakukan sesuai ketentuan lelang atau peraturan perundangan yang berlaku agar memenuhi aspek legalitas,” kata Novie.
Adapun dalam Investor Gathering yang digelar, BTN mematok target penjualan aset sebesar Rp1 triliun terdiri dari Rp800 miliar dari penjualan aset, seperti perkantoran, pabrik, gudang, proyek apartemen, dan proyek perumahan, serta Rp200 miliar dari penjualan aset perumahan atau unit apartemen. “Penjualan dan pelelangan aset merupakan strategi yang cukup efektif dalam recovery aset BTN yang tahun ini kami harapkan bisa menembus Rp3 triliun, acara ini akan rutin kami agendakan,” kata Novie. (Baca juga: Mengaku HRD, Sopir Angkot Peras dan Tiduri 4 Wanita Pencari Kerja)
Lihat Juga :