Uni Eropa Rugi Rp2.250 Triliun Akibat Terapkan Sanksi ke Rusia
Sabtu, 04 November 2023 - 08:25 WIB
loading...
Uni Eropa diperkirakan kehilangan sekitar Rp2.250 triliun akibat kebijakan sanksi yang diterapkannya ke Rusia. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Negara-negara anggota Uni Eropa (UE) diperkirakan telah kehilangan sekitar USD1,5 triliun atau sekitar Rp2.500 triliun (kurs Rp15.000 per USD) akibat sanksi yang diterapkan blok tersebut terhadap Rusia. Meski begitu, belum terlihat tanda-tanda blok tersebut akan mengubah kebijakannya terhadap Moskow dalam waktu dekat.
"Seluruh kerugian yang diderita UE akibat penerapan sanksi dan keputusan untuk membatasi kerja sama dengan Rusia, berdasarkan perkiraan konservatif, berjumlah sekitar USD1,5 triliun," ungkap Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Aleksandr Grushko di sela-sela Forum Ekonomi Eurasia Verona di Samarkand, Uzbekistan, seperti dilansir RT, Sabtu (4/11/2023).
Baca Juga: Awas! Perang Israel-Hamas Bisa Merugikan Ekonomi Global Rp31.183 Triliun
Dia mencatat bahwa perdagangan timbal balik antara Rusia dan negara-negara anggota UE berjumlah USD417 miliar pada tahun 2013, dan mengklaim bahwa nilai tersebut bisa mencapai USD700 miliar pada tahun ini jika bukan karena sanksi terkait Ukraina.
Grushko menambahkan, volume perdagangan mencapai total USD200 miliar pada tahun 2022. Akan tetapi, nilainya diperkirakan akan turun menjadi kurang dari ISD100 miliar pada akhir tahun 2023. "Tahun depan, jumlahnya akan turun lagi menjadi USD50 miliar, dan setelahnya akan menuju nol," simpulnya.
"Seluruh kerugian yang diderita UE akibat penerapan sanksi dan keputusan untuk membatasi kerja sama dengan Rusia, berdasarkan perkiraan konservatif, berjumlah sekitar USD1,5 triliun," ungkap Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Aleksandr Grushko di sela-sela Forum Ekonomi Eurasia Verona di Samarkand, Uzbekistan, seperti dilansir RT, Sabtu (4/11/2023).
Baca Juga: Awas! Perang Israel-Hamas Bisa Merugikan Ekonomi Global Rp31.183 Triliun
Dia mencatat bahwa perdagangan timbal balik antara Rusia dan negara-negara anggota UE berjumlah USD417 miliar pada tahun 2013, dan mengklaim bahwa nilai tersebut bisa mencapai USD700 miliar pada tahun ini jika bukan karena sanksi terkait Ukraina.
Grushko menambahkan, volume perdagangan mencapai total USD200 miliar pada tahun 2022. Akan tetapi, nilainya diperkirakan akan turun menjadi kurang dari ISD100 miliar pada akhir tahun 2023. "Tahun depan, jumlahnya akan turun lagi menjadi USD50 miliar, dan setelahnya akan menuju nol," simpulnya.
Lihat Juga :