Sah! Jokowi Restui Bansos Pangan Lanjut hingga Juni 2024
Senin, 06 November 2023 - 16:42 WIB
loading...
Penyaluran bantuan pangan atau bansos pangan dipastikan bakal diperpanjang hingga 2024. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto usai rapat internal di Istana Presiden. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Penyaluran bantuan pangan atau bansos pangan dipastikan bakal diperpanjang hingga 2024. Keputusan melanjutkan bansos pangan, lantaran dampak dari el nino yang mengancam masa panen mundur.
Baca Juga: Erick Thohir Beri Sinyal Perpanjangan Bansos Beras 10 Kg hingga 2024
Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto usai rapat internal di Istana Presiden, Senin (6/11/2023). Ia menyebutkan bahwa saat ini, stok beras di Bulog per 2 November adalah sebesar 1.442.945 ton.
"Untuk penyaluran bantuan pangan di September sebesar 94,95% dan Oktober 94,89%, November 18,45% dan masih ada bulan Desember. Bulan September yang tersalur 201 ribuan ton, demikian pula bulan Oktober," ungkap Menko Airlangga dalam Konferensi Pers di Jakarta.
Dari Bulog, sebut dia, ada kebutuhan tambahan anggaran yaitu untuk tahap pertama butuh Rp7,9 triliun, kemudian tahap kedua Rp8,4 triliun, dan ada tambahan terkait distribusi dan yang lain sebesar Rp2,8 triliun.
"Jadi totalnya ada sekitar Rp19,1 triliun," tambah Airlangga.
Baca Juga: Buwas Akui 640 Ribu Ton Beras Bansos Berpotensi Diselewangkan
Baca Juga: Erick Thohir Beri Sinyal Perpanjangan Bansos Beras 10 Kg hingga 2024
Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto usai rapat internal di Istana Presiden, Senin (6/11/2023). Ia menyebutkan bahwa saat ini, stok beras di Bulog per 2 November adalah sebesar 1.442.945 ton.
"Untuk penyaluran bantuan pangan di September sebesar 94,95% dan Oktober 94,89%, November 18,45% dan masih ada bulan Desember. Bulan September yang tersalur 201 ribuan ton, demikian pula bulan Oktober," ungkap Menko Airlangga dalam Konferensi Pers di Jakarta.
Dari Bulog, sebut dia, ada kebutuhan tambahan anggaran yaitu untuk tahap pertama butuh Rp7,9 triliun, kemudian tahap kedua Rp8,4 triliun, dan ada tambahan terkait distribusi dan yang lain sebesar Rp2,8 triliun.
"Jadi totalnya ada sekitar Rp19,1 triliun," tambah Airlangga.
Baca Juga: Buwas Akui 640 Ribu Ton Beras Bansos Berpotensi Diselewangkan
Lihat Juga :