Survei: 87% Milenial dan Gen Z Indonesia Ingin Buka Bisnis Baru
Kamis, 06 Agustus 2020 - 20:44 WIB
loading...
Ilustrasi milenial. Foto/Dok Kemenparekraf
A
A
A
JAKARTA - Survei dari Standard Chartered mencatat Indonesia termasuk negara yang orang-orangnya cukup percaya diri (85%) bahwa mereka memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk berkembang di masa depan yang semakin mengarah ke digital.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan angka global yang tercatat 77%. Sementara 83% orang Indonesia (angka global: 68%) merasa memegang kendali atas keuangan pribadi mereka.
Angka tersebut merupakan yang tertinggi dibandingkan negara-negara lain yang disurvei. Kaum muda (usia 18-34 tahun) dan mereka yang tinggal di negara berkembang adalah yang paling percaya diri akan keterampilan mereka dan siap untuk bekerja paling keras untuk merealisasikan peluang di dunia pasca Covid-19.
CEO of Retail Banking, and Wealth Management and Regional CEO for Greater China & North Asia, Standard Chartered Ben Hung mengatakan, hal ini dikarenakan kemauan, terutama kaum muda dan mereka yang berada di negara berkembang untuk bekerja lebih keras.
"Ini mengambil langkah-langkah untuk menyesuaikan aliran pendapatan dan bila memungkinkan belajar keterampilan untuk mendapatkan pendapatan yang lebih banyak," ujar Ben Hung di Jakarta, Kamis (6/8/2020).
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan angka global yang tercatat 77%. Sementara 83% orang Indonesia (angka global: 68%) merasa memegang kendali atas keuangan pribadi mereka.
Angka tersebut merupakan yang tertinggi dibandingkan negara-negara lain yang disurvei. Kaum muda (usia 18-34 tahun) dan mereka yang tinggal di negara berkembang adalah yang paling percaya diri akan keterampilan mereka dan siap untuk bekerja paling keras untuk merealisasikan peluang di dunia pasca Covid-19.
CEO of Retail Banking, and Wealth Management and Regional CEO for Greater China & North Asia, Standard Chartered Ben Hung mengatakan, hal ini dikarenakan kemauan, terutama kaum muda dan mereka yang berada di negara berkembang untuk bekerja lebih keras.
"Ini mengambil langkah-langkah untuk menyesuaikan aliran pendapatan dan bila memungkinkan belajar keterampilan untuk mendapatkan pendapatan yang lebih banyak," ujar Ben Hung di Jakarta, Kamis (6/8/2020).
Lihat Juga :