Caleg Perindo Sebut Bea Masuk Impor Bebani Industri Tekstil dan Garmen Lokal
Senin, 20 November 2023 - 19:54 WIB
loading...
Caleg DPRD Kota Surakarta Dapil 2 dari Partai Perindo Ernie Setiawati Podcast Aksi Nyata bertajuk Industri Tekstil dan Garmen Mulai Bangkit di Tahun Politik di YouTube Partai Perindo, Senin (20/11/2023). FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kota Surakarta Dapil 2 dari Partai Perindo Ernie Setiawati mengungkapkan permasalahan industri garmen dan tekstil belum bisa bangkit. Menurutnya kenaikan harga bahan baku menjadi masalah utama.
"Terjadi karena resesi ekonomi global, faktor geopolitik Rusia-Ukraina dan juga stagflasi. Jadinya kenaikan harga bahan baku tidak diimbangi dengan kenaikan harga produk," kata Ernie dalam siaran Podcast Aksi Nyata bertajuk "Industri Tekstil dan Garmen Mulai Bangkit di Tahun Politik" di YouTube Partai Perindo, Senin (20/11/2023).
Baca Juga: Diserbu Produk Impor, Caleg Perindo Dorong Perlindungan Industri Tekstil dan Garmen Lokal
Sebab itu, pemerintah harus membuat regulasi ataupun kebijakan-kebijakan yang bisa mendorong industri tekstil dan garmen ini bisa bangkit lebih cepat.
Dia menyayangkan dengan kondisi global saat ini bea masuk bahan baku impor justru dikenakan biaya yang tinggi sekitar 33%. Padahal banyak bahan baku tekstil dan garmen diperoleh dari impor.
"Terjadi karena resesi ekonomi global, faktor geopolitik Rusia-Ukraina dan juga stagflasi. Jadinya kenaikan harga bahan baku tidak diimbangi dengan kenaikan harga produk," kata Ernie dalam siaran Podcast Aksi Nyata bertajuk "Industri Tekstil dan Garmen Mulai Bangkit di Tahun Politik" di YouTube Partai Perindo, Senin (20/11/2023).
Baca Juga: Diserbu Produk Impor, Caleg Perindo Dorong Perlindungan Industri Tekstil dan Garmen Lokal
Sebab itu, pemerintah harus membuat regulasi ataupun kebijakan-kebijakan yang bisa mendorong industri tekstil dan garmen ini bisa bangkit lebih cepat.
Dia menyayangkan dengan kondisi global saat ini bea masuk bahan baku impor justru dikenakan biaya yang tinggi sekitar 33%. Padahal banyak bahan baku tekstil dan garmen diperoleh dari impor.
Lihat Juga :