alexametrics

Tokyu Land Indonesia Kembangkan Proyek Anyar Mega Kuningan

loading...
Tokyu Land Indonesia Kembangkan Proyek Anyar Mega Kuningan
Logo Tokyu Land Indonesia. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - PT Tokyu Land Indonesia mengumumkan pengembangan proyek dengan fasilitas kompleks berskala besar yang terdiri dari kondominium, apartemen sewa, dan fasilitas-fasilitas komersial lainnya di wilayah Mega Kuningan, jantung Kota Jakarta (CBD) Indonesia.

Proyek anyar ini bertajuk Mega Kuningan dengan luas lahan sekitar 11.253 meter persegi (termasuk peruntukan jalan) dan memiliki luas lantai secara keseluruhan lebih kurang 110.000 meter persegi. Adapun desain keseluruhan dikerjakan oleh Tokyu Architects & Engineers Inc dan akan rencananya akan diserahkan terimakan pada tahun 2022 mendatang.

Proyek ini merupakan proyek pengembangan urban ketiga yang dipimpin oleh Tokyu Land, setelah BRANZ Simatupang dan BRANZ BSD, yang saat ini pengembangannya juga masih berlangsung. Proyek ini menjadi proyek pengembangan fasilitas kompleks berskala besar dan usaha manajemen sewa-menyewa pertama di Indonesia bagi Grup Tokyu Land.

Proyek Mega Kuningan Tokyu Land



Tokyu Land bertujuan menawarkan gaya hidup baru kepada masyarakat Jakarta, Indonesia, yang semakin berkembang pesat, melalui pemanfaatan pengetahuan pengembangan urban milik Grup Tokyu Land di Indonesia. Ditambah lagi secara proaktif, Tokyu Land memasukkan teknik dan teknologi pembangunan unggul dan canggih dari Jepang.
    
Pembebasan lahan, pengembangan, desain, pembangunan, pengelolaan serta pengoperasian akan ditangani sepenuhnya oleh perusahaan-perusahaan Jepang melalui berbagai pertimbangan seperti pemeloporan pemasangan fasilitas serta peralatan tercanggih dari produsen-produsen Jepang.
    
"Selain itu, proyek ini diposisikan sebagai salah satu proyek terpenting di Indonesia bagi Tokyu Land dengan tujuan untuk memperkuat dan melestarikan akar bisnis Tokyu Land di Indonesia. Proyek ini akan memastikan pendapatan yang stabil melalui pengembangan kompleks, serta melalui penyewaan aset," ujar Presiden Direktur Tokyu Land Indonesia, Keiji Saito dalam keterangan resmi, Rabu (10/1/2018).

Pengembangan dan pengelolaan aset kompleks yang terdiri dari kondominium, apartemen sewa dan fasilitas komersial akan dibangun berdasarkan pengetahuan Tokyu Land yang telah terasah di Jepang. Pelaksanaan melalui proyek kolaborasi bersama Japan Overseas Infrastructure Investment Corporation for Transport & Urban Development (JOIN).

JOIN adalah organisasi yang didirikan pada tahun 2014, melalui investasi dari pemerintah Jepang bersama sejumlah asosiasi perusahaan swasta Jepang, yang bertujuan untuk mendorong perusahaan-perusahaan Jepang supaya ikut terjun ke dalam pasar infrastruktur internasional.
    
Mengenai properti ini, Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang telah menyetujui bantuan pendanaan dengan nominal sebesar 6,5 miliar yen atau setara Rp784 miliar (kurs 1 yen = Rp120). Sehingga Tokyu Land memutuskan untuk menjalankan proyek ini dalam bentuk kolaborasi bersama JOIN.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak