Buka Peluang Usaha, Wong Kito Dewe Latih Warga Olah Ikan Peda
Sabtu, 09 Desember 2023 - 08:30 WIB
loading...
Wong Kito Dewe, menggelar pelatihan pembuatan dan pengolahan ikan peda untuk warga di Jirak Jaya, Musi Banyuasin, Sumsel. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pendukung Ganjar Pranowo-Mahfud MD yang berjejaring dalam sukarelawan Wong Kito Dewe, menggelar pelatihan pembuatan dan pengolahan ikan peda untuk warga di Jirak Jaya, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel).
Dalam kegiatan itu, para peserta pelatihan diajarkan cara mengolah ikan peda hingga menjadi produk jualan. Mulai dari cara penyajian, bahan-bahan yang diperlukan, hingga metode packaging yang menarik.
Koordinator Daerah Wong Kito Dewe Musi Banyuasin Ahmad Nurhadi mengatakan, pelatihan ditujukan untuk meningkatkan keterampilan warga khususnya ibu rumah tangga dalam mengolah ikan peda agar bernilai ekonomis.
Pasalnya, ikan asin peda merupakan salah satu makanan olahan khas di Kabupaten Musi Banyuasin yang menjadi kebanggaan warga setempat.
"Kegiatan kami hari ini melakukan pelatihan pembuatan ikan asin peda, karena ini jadi salah satu makanan khas daerah sini dan juga memang bisa bernilai ekonomi karena sangat mudah untuk mendapatkan bahan-bahannya dan untuk mengolahnya," ujar Nurhadi, dalam siaran pers, Sabtu (9/12/2023).
Baca Juga: Pelukan Hangat Para Suster ke Atikoh Ganjar: Berbeda Iman, Bersatu dalam Kemanusiaan
Dalam kegiatan itu, para peserta pelatihan diajarkan cara mengolah ikan peda hingga menjadi produk jualan. Mulai dari cara penyajian, bahan-bahan yang diperlukan, hingga metode packaging yang menarik.
Koordinator Daerah Wong Kito Dewe Musi Banyuasin Ahmad Nurhadi mengatakan, pelatihan ditujukan untuk meningkatkan keterampilan warga khususnya ibu rumah tangga dalam mengolah ikan peda agar bernilai ekonomis.
Pasalnya, ikan asin peda merupakan salah satu makanan olahan khas di Kabupaten Musi Banyuasin yang menjadi kebanggaan warga setempat.
"Kegiatan kami hari ini melakukan pelatihan pembuatan ikan asin peda, karena ini jadi salah satu makanan khas daerah sini dan juga memang bisa bernilai ekonomi karena sangat mudah untuk mendapatkan bahan-bahannya dan untuk mengolahnya," ujar Nurhadi, dalam siaran pers, Sabtu (9/12/2023).
Baca Juga: Pelukan Hangat Para Suster ke Atikoh Ganjar: Berbeda Iman, Bersatu dalam Kemanusiaan
Lihat Juga :