UMKM Juga Dapat Utangan Lewat KUR Tanpa Bunga, Erick Sudah Bilang Presiden

loading...
UMKM Juga Dapat Utangan Lewat KUR Tanpa Bunga, Erick Sudah Bilang Presiden
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, kredit KUR bagi UMKM dengan tanpa bunga sudah dibicarakan Komite penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah juga menargetkan pemberian kredit 0 persen berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Upaya itu bagian dari realisasi percepatan pemulihan ekonomi nasional.

(Baca Juga: Kabar Gembira Nih! Emak-emak Bisa Ngutang KUR Tanpa Bunga Lho)

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, kredit KUR bagi UMKM dengan tanpa bunga sudah dibicarakan Komite penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia bilang rencananya pemerintah menargetkan 2 juta debitur yang berasal dari UMKM.

"Ini sudah dibicarakan bersama presiden dan ada rencana bisa sampai 2 juta. Ini baru tahap pembicaraan, tetapi sudah saya umumkan di sini," ujar Erick dalam Webinar di Jakarta, Senin (10/8/2020).

Langkah pemerintah itu, lanjut Erick bertujuan untuk menggerakan kembali sektor bisnis di kalangan akar rumput yang terdampak signifikan akibat pandemi Covid-19.



(Baca Juga: Halo Nasabah KUR, Libur Nyicil Utang Diperpanjang Lho!)

Sebelumnya Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan hingga Mei 2020, terdapat 13 penyalur kredit usaha rakyat (KUR) atau kredit bersubsidi yang telah melaporkan pelaksanaan kebijakan KUR terkait Covid-19. Tambahan subsidi bunga ini telah diberikan kepada 1,44 juta debitur KUR.

"Tambahan subsidi bunga KUR diberikan kepada 1,44 juta debitur dengan baki debet Rp46,1 triliun," katanya dalam acara peluncuran Penjaminan Kredit Modal Kerja UMKM, Selasa (7/7).

Airlangga juga mengutarakan, stimulus lainnya untuk debitur KUR, yaitu penundaan angsuran pokok paling lama enam bulan telah diberikan kepada 1,39 debitur dengan baki debet senilai Rp40,7 triliun. Sedangkan, relaksasi KUR berupa perpanjangan jangka waktu telah diberikan kepada 1,39 juta debitur dengan baki debet senilai Rp39,9 triliun.

"UMKM jadi prioritas utama pemulihan ekonomi dan perbankan telah diberi keleluasaan untuk restrukturisasi kredit," tutur dia.



Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut, penyaluran program kredit modal kerja untuk UMKM bisa mencapai Rp100 triliun. Untuk itu, pemerintah pun akan membayarkan premi penjaminan sebesar Rp5 triliun kepada Jamkrindo dan Askrindo. Dengan demikian, program kredit modal kerja ini pun bakal bergulir tak hanya tahun ini saja, namun hingga tahun 2021 mendatang.

"Nilainya bisa mencapai Rp100 triliun, dan akan diperpanjang sampai 2021. Kami berharap ini tetap bergulir untuk pemulihan ekonomi agar terakselerasi, dan berjalan tidak hanya 2020 tapi juga 2021," ujar Menkeu.
(akr)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top