Bank Sentral Israel Ingatkan Netanyahu: Anggaran Tertekan Imbas Perang

Kamis, 11 Januari 2024 - 20:29 WIB
loading...
Bank Sentral Israel...
Bank Sentral Israel mengingatkan ke PM Netanyahu anggaran tertekan imbas perang. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Sentral Israel, Amir Yaron, mengajukan permohonan terakhir kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sehari sebelum pemungutan suara terkait revisi anggaran tahun ini akibat perang.

Dalam sebuah surat yang dikirim pada Rabu pagi kepada Netanyahu dan menteri keuangannya, Bezalel Smotrich, Yaron mendesak agar segera dilakukan penyesuaian anggaran untuk mengurangi pengeluaran dan meningkatkan pendapatan dalam dua tahun mendatang. Beberapa langkah yang ia kemukakan sangat tidak populer dan untuk saat ini tampaknya tidak akan dilakukan oleh pemerintah.

"Perintah hari ini adalah untuk melakukan aktivitas yang kuat dan tegas terlepas dari semua kesulitan dan tantangan yang ada, yang akan memperkuat kekuatan ekonomi dan keuangan ekonomi Israel dan menghindari tahun-tahun yang hilang," kata Yaron dikutip dari BNN Bloomberg, Kamis (11/1/2024).

Baca Juga: Dikritik Jual Rudal ke Rusia, Kim Jong-un Justru Kunjungi Pabrik Senjata

Permohonan Yaron, yang baru-baru ini diangkat untuk masa jabatan lima tahun kedua, menandai langkah terbarunya dalam perdebatan mengenai respon fiskal yang mahal terhadap konflik tiga bulan dengan Hamas yang menurut perkiraan bank sentral akan menelan biaya 210 miliar shekel (USD56 miliar).

Yaron, yang sebelumnya adalah seorang profesor keuangan di sekolah bisnis Wharton University of Pennsylvania, telah menjadi pengkritik kebijakan fiskal selama konflik dan sebelumnya mempertanyakan upaya kabinet Netanyahu untuk melemahkan kekuasaan para hakim.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Defisit APBN April 2026...
Defisit APBN April 2026 Sentuh Rp164,4 T, Belanja Negara Meroket jadi Rp1.082,8 Triliun
Israel Lepas Ketergantungan...
Israel Lepas Ketergantungan Dolar AS, Menerima Rp5.193 Triliun Sejak PD II
Anggaran MBG Rp249 Triliun...
Anggaran MBG Rp249 Triliun Sudah Cair, Perputaran Dana di Jabar Capai Rp6 Triliun per Bulan
Anggaran Keselamatan...
Anggaran Keselamatan KAI Disorot Usai Tragedi Tabrakan di Bekasi
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Rekomendasi
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Resmi Menikah, Jennifer...
Resmi Menikah, Jennifer Coppen Disambut Hangat Keluarga Justin Hubner
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Berita Terkini
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved