Kasus Jiwasraya, Saksi BEI Sebut Bursa Efek Tidak Mengenal Istilah Saham Bluechip
Selasa, 11 Agustus 2020 - 20:52 WIB
loading...
A
A
A
"Ketika ditanya apakah saksi mengenal istilah saham Blue Chip, small Cap, Midcap? Saksi GOKLAS AR Tambunan mengatakan bursa efek tidak mengenal saham blue chip. Semua saham diperlakukan sama dan selama tercatat dibursa saham maka saham tersebut layak diperdagangkan," kata Unoto Dwi Yulianto, kuasa hukum terdakwa Harry Prasetyo.
Keterangan saksi ini menurut Unoto juga sesuai dengan pernyataan saksi Irvan Susandy. Dalam kesaksian Irvan, istilah yang dikenal di bursa efek adalah LQ45, Kompas 100, Indeks Sektor pertambangan, Indeks sektor pertanian dan lain sebagainya yang merupakan indeks resmi yang terdaftar di BEI. Adapun keterangan saksi lainnya adalah mengenai kepemilikan saham TRAM pada portofolio Jiwasraya.
(Baca Juga: Jiwasraya Tetap Dibubarkan, Dirut Pede Diselamatkan Erick Thohir-Sri Mulyani )
"Kesaksian Endra Febri menerangkan, saham TRAM pernah masuk dalam daftar LQ45 dua kali ditahun 2012 dan 2018, sempat pula ditahun 2014 diusulkan masuk LQ 45. Namun tidak jadi dirilis (dijual) oleh Jiwasraya karena suatu hal," kata Unoto.
Sedangkan saksi VERA FLORIDA mengungkapkan fundamental perusahaan tidak selalu berbanding lurus dengan harga saham.
Keterangan saksi ini menurut Unoto juga sesuai dengan pernyataan saksi Irvan Susandy. Dalam kesaksian Irvan, istilah yang dikenal di bursa efek adalah LQ45, Kompas 100, Indeks Sektor pertambangan, Indeks sektor pertanian dan lain sebagainya yang merupakan indeks resmi yang terdaftar di BEI. Adapun keterangan saksi lainnya adalah mengenai kepemilikan saham TRAM pada portofolio Jiwasraya.
(Baca Juga: Jiwasraya Tetap Dibubarkan, Dirut Pede Diselamatkan Erick Thohir-Sri Mulyani )
"Kesaksian Endra Febri menerangkan, saham TRAM pernah masuk dalam daftar LQ45 dua kali ditahun 2012 dan 2018, sempat pula ditahun 2014 diusulkan masuk LQ 45. Namun tidak jadi dirilis (dijual) oleh Jiwasraya karena suatu hal," kata Unoto.
Sedangkan saksi VERA FLORIDA mengungkapkan fundamental perusahaan tidak selalu berbanding lurus dengan harga saham.
Lihat Juga :