The Fed Beri Sinyal Tahan Suku Bunga Awal Februari 2024

Minggu, 28 Januari 2024 - 14:08 WIB
loading...
The Fed Beri Sinyal...
Bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve berpeluang besar menahan suku bunga acuan. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve berpeluang besar menahan suku bunga acuan Fed Rate melalui pertemuan dewan kebijakan moneter pada awal Februari.

Sesuai jadwal, The Fed akan mengambil keputusan suku bunga pada Kamis dini hari (1/2). Konsensus yang disurvei Reuters membaca peluang Fed masih akan menahan Fed Rate di kisaran 5,25%-5,50%.

Sinyal ini muncul dari sejumlah komentar pejabat The Fed beberapa waktu terakhir yang memberi isyarat bahwa mereka belum akan menurunkan bunga acuan dalam waktu dekat.

Baca Juga: BI Prediksi The Fed Turunkan Suku Bunga 3 Kali Mulai Semester II 2024

Sebagian besar ekonom memperkirakan mereka akan menunggu hingga bulan Juni, mengingat masih kuatnya angka belanja rumah tangga dan ketidakpastian terhadap prospek ekonomi.

Indeks pengeluaran konsumsi pribadi atau PCE Index -sebagai ukuran inflasi pilihan The Fed- meningkat 2,6% pada bulan Desember dari tahun sebelumnya. Departemen Perdagangan melaporkan angka tersebut mendekati target bank sentral sebesar 2%.

Kendati mulai menunjukkan hasil, sejumlah pejabat Fed tampak masih meragukan penurunan inflasi akan berjalan sesuai yang diharapkan. Mereka melihat upaya menjaga laju inflasi tetap rendah masih belum cukup, sehingga melahirkan ekspektasi level Fed Rate saat ini bakal berlangsung lebih lama.

Keraguan muncul dari Presiden Fed wilayah Cleveland, Loretta Mester, yang menyebut pertemuan dewan kebijakan pada bulan Maret “mungkin" terlalu dini untuk melakukan penurunan suku bunga.

Presiden Fed wilayah Dallas, Lorie Logan, sebelumnya mengatakan adanya pelonggaran kondisi keuangan dapat memungkinkan terjaid kenaikan suku bunga lanjutan. Namun Logan mencatat ada banyak kemajuan menuju perekonomian yang lebih berkelanjutan, demikian dilansir Reuters, Minggu (28/1/2024).

Baca Juga: Ekonomi AS Melaju Kencang, Makin Jauh Tinggalkan China

Tiffany Wade, seorang manajer portofolio senior di Columbia Threadneedle Investments, menilai penurunan suku bunga mungkin tidak seagresif yang diharapkan. Kendati secara luas konsensus memproyeksikan The Fed akan mempertahankan suku bunga, investor masih meraba sinyal apakah bank sentral telah mencapai kemajuan dalam upaya mengatasi angka inflasi.

“Komentar The Fed minggu depan dapat menciptakan beberapa risiko ekspektasi penurunan suku bunga perdana mereka, yang kemungkinan akan ditnda lebih lama lagi,” tutup Wade.

Namun demikian, satu hal yang dicatat oleh pasar adalah adanya perubahan cara pandang pejabat The Fed terhadap inflasi. Ekonom Wilmington Trust Investment Advisors, Luke Tilley, melihat para pejabat Fed mulai beranjak dari sentimen hawkish, menuju rangkaian upaya penurunan suku bunga yang berpeluang mendukung katalis dovish di pasar. “Saya menganggapnya sebagai sebuah perubahan besar,” tutup Luke.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BI Rate Naik Sampai...
BI Rate Naik Sampai 5,75%, Siap-siap Cicilan Bank dan KPR Bengkak
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Rekomendasi
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Cedera Patah Kaki di...
Cedera Patah Kaki di Piala Dunia 2026, Ismael Kone Terancam Absen Setahun
Berita Terkini
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Penggunaan LPG Non Subsidi di Jakarta Fair
Aden Indonesia Sinergi...
Aden Indonesia Sinergi Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Routa
Buru Puma Speedcat Ballet...
Buru Puma Speedcat Ballet di BRI Consumer Expo 2026, Dapat Gift Card Rp250 Ribu Plus Tambahan Bonus!
Infografis
10 Perusahaan Tekstil...
10 Perusahaan Tekstil yang PHK Karyawan di Awal 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved