Monggo Dicek Pak Jokowi! Ini Daerah yang Serapan APBD-nya Masih Amsyong
Rabu, 12 Agustus 2020 - 22:23 WIB
loading...
Realiasasi serapan APDB mayoritas daerah masih amsyong. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melaporkan realisasi belanja dari penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masih minim . Padahal Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan agar belanja daerah ditingkatkan untuk menggenjot konsumsi domestik demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Berdaarkan laporan Kemendagri, saat ini, baru sekitar 37,58% atau Rp.438,57 triliun dari total belanja sebesar Rp.1.166,94 triliun yang terealiasi atau lebih rendah dari rata-rata belanja nasional yang mencapai 47,36%. "Untuk belanja 37,58%. Kalau kita bandingan semester I 2019 itu angkanya 40,77%, Jadi ada penurunan sekitar 3,2% kalau kita bandingkan dengan semester I 2019,” kata Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri Mochammad Ardian saat konferensi pers virtual, Rabu (12/8/2020).
Baca Juga: Sentil Kepala Daerah, Jokowi Kembali Singgung Rp170 T Dana Pemda di Bank
Di mana, rata-rata serapan provinsi besarnya 37.90% atau Rp.128,54 triliun dari total belanja Rp.339,14 triliun. Sementara rata-rata serapan kabupaten kota adalah 37.45% atau Rp.310,03 dari total alokasi belanja Rp.827,80 triliun. Ardian menyebut, ada 5 provinsi dengan serapan di atas rata-rata nasional yakni DKI Jakarta 54,06%, Kalimantan Selatan 53,49%, Sumatera Barat 51,88%, Sulawesi Selatan 50,25% dan Gorontalo 48,81%. Sementara itu masih ada 2 provinsi dengan serapan kurang dari 25% yakni Sulawesi Tenggara 24,56% dan Papua 21,57%. "Kami mengapresiasi 5 provinsi tersebut yang realisasinya di atas rata-rata nasional. Tentunya untuk pemerintah daerah lainnya di luar yang 5 ini bisa menggenjot realisasinya di atas rata-rata nasional," katanya.
Lalu untuk kabupaten/kota terdapat 39 kabupaten/kota dengan realisasi belanja di atas rata-rata nasional. Diantaranya adalah Kabupaten Tegal 60,06%, Kabupaten Kutai Timur 56,78%, Kabupaten Bener Meriah 56,55%, Kabupaten Gowa 54,16%, dan Kabupaten Pati 53,77%.
Berdaarkan laporan Kemendagri, saat ini, baru sekitar 37,58% atau Rp.438,57 triliun dari total belanja sebesar Rp.1.166,94 triliun yang terealiasi atau lebih rendah dari rata-rata belanja nasional yang mencapai 47,36%. "Untuk belanja 37,58%. Kalau kita bandingan semester I 2019 itu angkanya 40,77%, Jadi ada penurunan sekitar 3,2% kalau kita bandingkan dengan semester I 2019,” kata Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri Mochammad Ardian saat konferensi pers virtual, Rabu (12/8/2020).
Baca Juga: Sentil Kepala Daerah, Jokowi Kembali Singgung Rp170 T Dana Pemda di Bank
Di mana, rata-rata serapan provinsi besarnya 37.90% atau Rp.128,54 triliun dari total belanja Rp.339,14 triliun. Sementara rata-rata serapan kabupaten kota adalah 37.45% atau Rp.310,03 dari total alokasi belanja Rp.827,80 triliun. Ardian menyebut, ada 5 provinsi dengan serapan di atas rata-rata nasional yakni DKI Jakarta 54,06%, Kalimantan Selatan 53,49%, Sumatera Barat 51,88%, Sulawesi Selatan 50,25% dan Gorontalo 48,81%. Sementara itu masih ada 2 provinsi dengan serapan kurang dari 25% yakni Sulawesi Tenggara 24,56% dan Papua 21,57%. "Kami mengapresiasi 5 provinsi tersebut yang realisasinya di atas rata-rata nasional. Tentunya untuk pemerintah daerah lainnya di luar yang 5 ini bisa menggenjot realisasinya di atas rata-rata nasional," katanya.
Lalu untuk kabupaten/kota terdapat 39 kabupaten/kota dengan realisasi belanja di atas rata-rata nasional. Diantaranya adalah Kabupaten Tegal 60,06%, Kabupaten Kutai Timur 56,78%, Kabupaten Bener Meriah 56,55%, Kabupaten Gowa 54,16%, dan Kabupaten Pati 53,77%.
Lihat Juga :