Jeritan Pengusaha Bus Pariwisata yang Kian Terpuruk di Tengah Pandemi

Minggu, 16 Agustus 2020 - 20:41 WIB
loading...
Jeritan Pengusaha Bus...
Ilustrasi bus. Foto/Dok SINDOphoto/Yorri Farli
A A A
JAKARTA - Dibandingkan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) reguler, ternyata usaha penyewaan bus-bus pariwisata mengalami keterpurukan mendalam sejak pandemi Covid-19 melanda Tanah Air.

Bus-bus pariwisata merupakan usaha sewa charteran bus pada objek-objek wisata di wilayah atau daerah tertentu. Jumlah armada kelompok usaha ini mencapai belasan ribu.

Ketua Umum Perkumpulan Transportasi Wisata Indonesia, Yuli Sayuti mengatakan, ada banyak industri kecil dan UKM yang berdampak pada sektor ini. Diantaranya restoran maupun warung-warung sepanjang jalan yang dilewatinya. (Baca juga: Yuk, Makan di Restoran All You Can Eat Termurah di Bogor! )

“Jika satu bus Pariwisata itu dioperasikan, katakanlah tiga tenaga kerja lepas terdiri atas dua orang driver (sopir) dan satu kernet, maka kalau dikalikan per orang masing-masing punya tiga anggota keluarga (istri dan dua anak) maka ada puluhan ribu orang terdampak di sektor ini,” ungkapnya di Jakarta, Minggu (16/8/2020).

Yuli lalu membeberkan sejumlah alasan mengapa kelompok usaha bus pariwisata kian terpuruk. Pertama, bus-bus AKAP beroperasi reguler sejak berada di terminal sehingga tingkat kepercayaan masyarakat untuk menggunakan bus AKAP aman dari Covid-19, jauh lebih besar dibanding bus pariwisata.

Kedua, informasi mengenai penegasan terbukanya objek wisata di suatu daerah yang disinggahi masyarakat memanfaatkan bus wisata belum terlalu tegas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MPMRent Perkuat Green...
MPMRent Perkuat Green Mobility lewat Layanan Transportasi Terintegrasi
6,2 Juta Orang Mudik...
6,2 Juta Orang Mudik Naik Angkutan Umum H-4 Lebaran, Kereta Api Jadi Favorit
Pertagas Kantongi Pendapatan...
Pertagas Kantongi Pendapatan USD861,51 Juta di 2025, Mayoritas dari Bisnis Transportasi dan Niaga
Deretan Diskon Tarif...
Deretan Diskon Tarif Transportasi selama Mudik Lebaran, Catat Tanggalnya
Beri Diskon Transportasi...
Beri Diskon Transportasi Lebaran 2026, Pemerintah Kucurkan Rp200 Miliar
Konsumsi Bensin Naik...
Konsumsi Bensin Naik Tipis saat Nataru, Masyarakat Liburan Pilih Transportasi Umum
Pramono Buka Peluang...
Pramono Buka Peluang Tambah Golongan Penerima Tarif Gratis Transportasi Umum
Enggan Bebani Daerah...
Enggan Bebani Daerah Penyangga soal Subsidi Transjabodetabek, Pramono: Minimal Renovasi Halte
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
Rekomendasi
Perjuangan Ayu Ting...
Perjuangan Ayu Ting Ting Demi War Tiket BTS, Sampai Buka Dua HP Bareng Vicky Shu
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
ARMY Syok! Harga Hotel...
ARMY Syok! Harga Hotel di Busan Naik hingga 10 Kali Lipat Jelang Konser BTS
Berita Terkini
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
Menhub Dipanggil Menghadap...
Menhub Dipanggil Menghadap Prabowo di Istana, Ada Apa?
IHSG Ambruk Lagi Sentuh...
IHSG Ambruk Lagi Sentuh Level 5.789 usai Kehilangan 1,91% di Sesi Siang
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved