Swiss Bekukan Aset Rusia Senilai Rp230 Triliun, Moskow Meradang
Rabu, 24 April 2024 - 08:43 WIB
loading...
A
A
A
Perkiraan saat ini mencakup 17 properti, mobil mewah, karya seni, furnitur, dan alat musik milik orang-orang Rusia yang terkena sanksi. Badan tersebut juga mengungkapkan bahwa USD153,5 juta dana yang dibekukan telah dibebaskan setelah penyelidikan lebih lanjut menemukan bahwa persyaratan hukum untuk pembekuannya tidak terpenuhi.
Lembaga ini juga mengungkapkan USD153,5 juta dana yang dibekukan telah dilepaskan setelah penyelidikan lebih lanjut menemukan bahwa persyaratan hukum untuk pembekuan tidak terpenuhi. Meskipun bukan anggota Uni Eropa dan menganggap dirinya sebagai negara netral, Swiss telah mendukung sanksi-sanksi Barat terkait Ukraina terhadap Rusia.
Baca Juga: Perkuat Kerja Sama, Rusia-Iran Makin Kompak Bersatu Lawan Sanksi Barat
Pemerintah Swiss mengatakan dalam lebih dari satu kesempatan bahwa mereka telah mengikuti dengan seksama diskusi-diskusi Uni Eropa mengenai prospek penyitaan aset-aset Rusia yang dibekukan untuk membantu Ukraina, namun belum menguraikan rencana-rencana untuk melakukannya.
Moskow dengan keras menentang legitimasi pembekuan aset tersebut dan mengecam praktik tersebut sebagai pencurian dan memperingatkan tindakan balasan jika Barat bergerak untuk menyita dana tersebut.
Lembaga ini juga mengungkapkan USD153,5 juta dana yang dibekukan telah dilepaskan setelah penyelidikan lebih lanjut menemukan bahwa persyaratan hukum untuk pembekuan tidak terpenuhi. Meskipun bukan anggota Uni Eropa dan menganggap dirinya sebagai negara netral, Swiss telah mendukung sanksi-sanksi Barat terkait Ukraina terhadap Rusia.
Baca Juga: Perkuat Kerja Sama, Rusia-Iran Makin Kompak Bersatu Lawan Sanksi Barat
Pemerintah Swiss mengatakan dalam lebih dari satu kesempatan bahwa mereka telah mengikuti dengan seksama diskusi-diskusi Uni Eropa mengenai prospek penyitaan aset-aset Rusia yang dibekukan untuk membantu Ukraina, namun belum menguraikan rencana-rencana untuk melakukannya.
Moskow dengan keras menentang legitimasi pembekuan aset tersebut dan mengecam praktik tersebut sebagai pencurian dan memperingatkan tindakan balasan jika Barat bergerak untuk menyita dana tersebut.
(nng)
Lihat Juga :