Pemulihan Ekonomi-Kesehatan Perlu Keterlibatan Semua Pihak
Rabu, 19 Agustus 2020 - 06:35 WIB
loading...
A
A
A
Harus Tetap Disiplin
Sementara itu, meski telah lima bulan pandemi Covid-19, pemerintah terus menggaungkan disiplin protokol kesehatan mengingat kasus positif dan korban masih tinggi. Pemulihan kesehatan diutamakan seiring dengan kebangkitan ekonomi nasional.
Menurut Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo, perilaku disiplin dalam penerapan protokol kesehatan menjadi kunci untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Pasalnya, hingga kini vaksin untuk penyembuhan virus tersebut belum ditemukan. (Lihat videonya: Waspada! Kini beredar Emas Palsu yang Dicampur Perak)
Doni menambahkan, perilaku disiplin dan menerapkan protokol kesehatan merupakan kekuatan utama yang dimiliki masyarakat Indonesia karena sampai saat ini Covid-19 belum ada obatnya. "Vaksin pun baru bisa efektif beberapa bulan ke depan," katanya.
Dia menjelaskan, perubahan perilaku yang diminta untuk diterapkan masyarakat tadi juga merujuk pada kesadaran kolektif dan peran dari seluruh komponen bangsa. "Ada 63% keberhasilan kita dalam menangani Covid-19 adalah di bidang sosialisasi," ujar Doni.
Adapun terkait ketersediaan fasilitas kesehatan, hal itu akan terus ditingkatkan dan dipastikan rumah sakit harus dalam keadaan siap untuk menangani pasien. Dia juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk memastikan kesiapan sumber daya dan tenaga medisnya. (Rina Anggraeni/Suparjo Ramlan)
Sementara itu, meski telah lima bulan pandemi Covid-19, pemerintah terus menggaungkan disiplin protokol kesehatan mengingat kasus positif dan korban masih tinggi. Pemulihan kesehatan diutamakan seiring dengan kebangkitan ekonomi nasional.
Menurut Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo, perilaku disiplin dalam penerapan protokol kesehatan menjadi kunci untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Pasalnya, hingga kini vaksin untuk penyembuhan virus tersebut belum ditemukan. (Lihat videonya: Waspada! Kini beredar Emas Palsu yang Dicampur Perak)
Doni menambahkan, perilaku disiplin dan menerapkan protokol kesehatan merupakan kekuatan utama yang dimiliki masyarakat Indonesia karena sampai saat ini Covid-19 belum ada obatnya. "Vaksin pun baru bisa efektif beberapa bulan ke depan," katanya.
Dia menjelaskan, perubahan perilaku yang diminta untuk diterapkan masyarakat tadi juga merujuk pada kesadaran kolektif dan peran dari seluruh komponen bangsa. "Ada 63% keberhasilan kita dalam menangani Covid-19 adalah di bidang sosialisasi," ujar Doni.
Adapun terkait ketersediaan fasilitas kesehatan, hal itu akan terus ditingkatkan dan dipastikan rumah sakit harus dalam keadaan siap untuk menangani pasien. Dia juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk memastikan kesiapan sumber daya dan tenaga medisnya. (Rina Anggraeni/Suparjo Ramlan)
(ysw)
Lihat Juga :