Tabungan Warga RI di Bawah Rp100 Juta Terkuras, Pertanda Apa?
Selasa, 28 Mei 2024 - 16:33 WIB
loading...
Tabunga warga Indonesia di bawah Rp100 juta mengalami penurunan. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melaporkan pertumbuhan tabungan dengan saldo di bawah Rp100 juta mengalami penurunan, sedangkan untuk tabungan di atas Rp2 miliar semakin menumpuk.
Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tabungan di atas Rp2 miliar mencatatkan pertumbuhan 10,11% di April atau meningkat dari bulan Maret yang hanya 8,79%.
"Bisa baik bisa buruk, baiknya orang-orang kaya atau perusahaan makin kaya banyak, buruknya mungkin mereka mulai wait and see sehingga numpuk uangnya di tabungan, ini akan kita monitor terus kedepannya seperti apa," ungkap Purbaya dalam konferensi pers di kantor LPS, Jakarta, Selasa (28/5/2024).
Baca Juga: LPS Tahan Suku Bunga Penjaminan Tetap 4,25% hingga September 2024
Sementara, Purbaya menambahkan untuk tabungan yang di bawah Rp500 juta cenderung melambat dibanding bulan lalu.
"Yang paling parah memang di bawah Rp100 juta, tabungannya turun di bulan Maret 7,3 persen, di bulan April turun 4,06 persen," kata Purbaya.
Menurut Purbaya, sebagian masyarakat di bawah menghabiskan uangnya untuk berlibur, sedangkan secara makro mereka mulai mengurangi tabungannya untuk kebutuhan yang lebih besar dalam jangka panjang.
Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tabungan di atas Rp2 miliar mencatatkan pertumbuhan 10,11% di April atau meningkat dari bulan Maret yang hanya 8,79%.
"Bisa baik bisa buruk, baiknya orang-orang kaya atau perusahaan makin kaya banyak, buruknya mungkin mereka mulai wait and see sehingga numpuk uangnya di tabungan, ini akan kita monitor terus kedepannya seperti apa," ungkap Purbaya dalam konferensi pers di kantor LPS, Jakarta, Selasa (28/5/2024).
Baca Juga: LPS Tahan Suku Bunga Penjaminan Tetap 4,25% hingga September 2024
Sementara, Purbaya menambahkan untuk tabungan yang di bawah Rp500 juta cenderung melambat dibanding bulan lalu.
"Yang paling parah memang di bawah Rp100 juta, tabungannya turun di bulan Maret 7,3 persen, di bulan April turun 4,06 persen," kata Purbaya.
Menurut Purbaya, sebagian masyarakat di bawah menghabiskan uangnya untuk berlibur, sedangkan secara makro mereka mulai mengurangi tabungannya untuk kebutuhan yang lebih besar dalam jangka panjang.
Lihat Juga :