Sri Mulyani Ungkap Alasan Ekonomi Dunia Porak Poranda Dihantam Corona

Kamis, 20 Agustus 2020 - 17:51 WIB
loading...
Sri Mulyani Ungkap Alasan...
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. FOTO/Dok/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan dahsyatnya wabah virus corona menghantam ekonomi dunia sehingga menyebabkan gelombang resesi globa l. Penyebabnya tak lain akibat suatu negara menerapkan pembatasan pergerakan manusia (lockdown) karena ganasnya virus corona yang saat ini telah merenggut jutaan nyawa manusia sehingga roda ekonomi tidak bisa dikatakan mandeg karena tidak bisa berjalan dengan semestinya.

"Dampak Covid-19 sangat parah seperti terlihat dari kontraksi yang cukup signifikan terhadap perekonomian di banyak negara," ujar dia dalam sebuah webinar, Kamis (20/8/2020).

Baca Juga: Waspada, Indonesia Diramal Resesi di Kuartal III/2020

Menurut dia di sejumlah negara maju ataupun berkembang secara mengejutkan mendapatkan serangan wabah yang tidak perbah terjadi sebelumnya. Pada akhirnya dalam waktu cepat membuat pertumbuhan ekonomi terkontraksi sangat dalam.

Tak hanya ekonomi yang menjadi sasaran, namun juga menghantam sektor kesehatan sehingga melumpuhkan interaksi sosial. Namun pihaknya mengakui dampak ekonomi negara maju lebih parah dibandingkan negara berkembang. "Negara maju sangat terpengaruh, kontraksi di banyak negara maju berada di level double digit pada kuartal kedua tahun 2020 ini," paparnya.

Baca Juga: G20 Respons Ancaman Resesi Ekonomi Global Akibat Lemahnya Stimulus

Pemerintah saat ini terus berupaya menanggulangi dampak baik secara ekonomi, sosial dan kesehatan. Secara bebarengan, pemerintah fokus menangguangi dampak dari seluruh aspek tersebut. "Pemerintah mengalokasikan lebih dari Rp 87 triliun dan bentuk dukungan anggaran untuk menangani dampak kesehatan dan mengatasi Covid-19," tandas dia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
1 Miliar Barel Minyak...
1 Miliar Barel Minyak Terguncang Selat Hormuz, Dunia Terancam Resesi
Peluang Resesi Indonesia...
Peluang Resesi Indonesia di Bawah 5%, Lebih Kuat dari AS, Kanada, dan Jepang
Sinyal Resesi Global...
Sinyal Resesi Global Menguat, Lonjakan Harga Minyak Dekati Ambang Batas Krisis
Kurs Rupiah Capai Rp16.904/USD,...
Kurs Rupiah Capai Rp16.904/USD, Indonesia Punya Pengalaman Hindari Jurang Resesi
Pesta Elite, Resesi...
Pesta Elite, Resesi Sulit
Presiden Prabowo: Dunia...
Presiden Prabowo: Dunia Sekarang Penuh Ketidakpastian, Bahkan Bahaya
Krisis Global, Pergeseran...
Krisis Global, Pergeseran Kekuasaan, dan Ujian Stabilitas Indonesia
Rekomendasi
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Menkes Soroti Konsumsi...
Menkes Soroti Konsumsi Mayones Berlebihan, Satu Sendok Mengandung 100 Kalori
Menkes Pastikan Korban...
Menkes Pastikan Korban Penyekapan di Bandung Jalani Rehabilitasi dan Rekonstruksi secara Optimal
Berita Terkini
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen dan PNM Gelar Pelatihan Vokasi untuk Difabel di Brebes
LPS Naikkan Tingkat...
LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan Bank Umum Jadi 3,75%
Mandiri Tunas Finance...
Mandiri Tunas Finance dan APPI Beri Pelatihan Strategi Keuangan bagi UMKM
Kinerja Keuangan Impresif,...
Kinerja Keuangan Impresif, MNC Kapital Rombak Direksi dan Bidik Penambahan Modal
Rupiah Menguat, IHSG...
Rupiah Menguat, IHSG Hari Ini Ditutup Melejit Nyaris 2%
AHY Targetkan Bandara...
AHY Targetkan Bandara Soekarno-Hatta Tembus 10 Besar Terbaik Dunia di 2029
Infografis
10 Alasan Dunia Cenderung...
10 Alasan Dunia Cenderung Senang Lihat Serangan Iran ke Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved