IMF: Penyerahan Aset Rusia ke Ukraina Berisiko Rusak Sistem Moneter Global

Sabtu, 08 Juni 2024 - 11:23 WIB
loading...
IMF: Penyerahan Aset...
IMF menyebutkan bahwa penggunaan dana Rusia yang dibekukan oleh Barat bisa merusak tatanan moneter global. FOTO/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Dana Moneter Internasional (IMF) kembali mengeluarkan peringatan mengenai risiko penyerahan aset Rusia ke Ukraina. Rencana penyitaan dan penggunaan dana milik Rusia yang tengah digodok negara-negara Barat itu dinilai dapat merusak sistem moneter global.

Juru Bicara IMF Julie Kozack mengatakan, setiap tindakan terkait aset tersebut harus memiliki dasar hukum yang kuat. Diketahui, Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara Uni Eropa (UE) tengah mencari cara untuk menggunakan dana bank sentral Rusia yang dibekukan Barat untuk membiayai militer Ukraina dan rekonstruksi negara itu di masa depan.

“Kami telah menyatakan posisi kami dengan jelas dan terbuka. IMF percaya bahwa tindakan apa pun yang diambil harus memiliki dasar hukum yang memadai dan tidak merusak fungsi sistem moneter internasional," ungkap Kozack pada konferensi pers, yang dikutip RIA Novosti.

Baca Juga: Lepas Tekanan Barat, BRICS Siapkan Sistem Pembayaran Independen

Kozack membuat pernyataan serupa pada bulan April dan Mei lalu. Begitu pula Direktur Departemen IMF Eropa, Alfred Kammer, dan Wakil Direktur Pelaksana Pertama IMF Gita Gopinath.

UE dan negara-negara G7 telah memblokir sekitar USD300 miliar aset milik negara Rusia sejak awal konflik Ukraina pada tahun 2022. Sebagian besar dari jumlah ini, hampir 197 miliar euro atau sekitar USD214 miliar ditahan oleh lembaga kliring yang berbasis di Belgia, Euroclear.

Penyimpanan sekuritas melaporkan awal tahun ini bahwa aset yang terkena sanksi yang dimilikinya itu menghasilkan bunga sekitar 4,4 miliar euro pada tahun 2023. Menteri Keuangan AS Janet Yellen awal pekan ini mengatakan, AS dan sekutunya hampir mencapai kesepakatan mengenai rencana pemberian pinjaman bernilai miliaran dolar kepada Ukraina dari keuntungan yang diperoleh dari aset negara Rusia yang dibekukan tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
IMF, Bank Dunia, dan...
IMF, Bank Dunia, dan IEA Ketar-ketir Kelangkaan BBM di Depan Mata
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
Rekomendasi
UI Tembus 15 Besar Dunia...
UI Tembus 15 Besar Dunia di Ajang Emerald Excellence Awards 2026
Tak Hanya Iran, Houthi...
Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel
TAUD Ajukan Penghentian...
TAUD Ajukan Penghentian Sidang Kasus Andrie Yunus ke Pengadilan Militer Jakarta
Berita Terkini
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved