Turis dari Indonesia Terus Meningkat, Italia Buka Pusat Baru Layanan Visa di Jakarta
Jum'at, 28 Juni 2024 - 16:33 WIB
loading...
Duta Besar Italia untuk Indonesia, Benedetto Latteri. FOTO/Armydian Kurniawan
A
A
A
JAKARTA - Angka wisatawan dari Indonesia ke Italia yang terus meningkat membuat Pemerintah Negeri Spaghetti itu membuka Pusat Baru Layanan Visa di Jakarta. Pusat pelayanan dan pengumpulan aplikasi visa ini berlokasi di Chubb Square Lantai 9 Unit A di Jalan MH Thamrin, Jakarta, dan mulai beroperasi sejak 21 Juni 2024.
Menurut Duta Besar Italia untuk Indonesia, Benedetto Latteri, pusat baru layanan visa ini membuat seluruh proses menjadi lebih efisien. “Karena personelnya lebih banyak dan sistemnya lebih baik, maka waktu tunggu menjadi jauh lebih singkat mulai tahap memasukkan aplikasi visa hingga pemohon menerima kembali paspor mereka. Tempatnya pun nyaman,” jelasnya.
Baca Juga: Sandiaga Prediksi Konser Bruno Mars di Jakarta Dongkrak Kunjungan Wisatawan Asing
Duta Besar Latteri mengatakan, pertumbuhan pesat kelas menengah di Indonesia membuat tingkat kunjungan ke Italia terus meningkat baik untuk berwisata maupun berbisnis. Pada 2019 dengan pusat layanan visa yang lama, jumlah pemohon visa Italia dari Indonesia sekitar 30.500 orang dan 60 persen di antaranya bertujuan wisata. Sementara pada semester pertama 2024 tanpa pusat layanan visa bersama yang sempat vakum dua tahun, jumlah pemohon yang dapat dilayani sekitar 7.000 orang.
“Jadi dapat dibayangkan betapa pentingnya kehadiran pusat baru layanan visa ini untuk mengakomodasi banyaknya jumlah pemohon,” katanya.
Menurut Duta Besar Italia untuk Indonesia, Benedetto Latteri, pusat baru layanan visa ini membuat seluruh proses menjadi lebih efisien. “Karena personelnya lebih banyak dan sistemnya lebih baik, maka waktu tunggu menjadi jauh lebih singkat mulai tahap memasukkan aplikasi visa hingga pemohon menerima kembali paspor mereka. Tempatnya pun nyaman,” jelasnya.
Baca Juga: Sandiaga Prediksi Konser Bruno Mars di Jakarta Dongkrak Kunjungan Wisatawan Asing
Duta Besar Latteri mengatakan, pertumbuhan pesat kelas menengah di Indonesia membuat tingkat kunjungan ke Italia terus meningkat baik untuk berwisata maupun berbisnis. Pada 2019 dengan pusat layanan visa yang lama, jumlah pemohon visa Italia dari Indonesia sekitar 30.500 orang dan 60 persen di antaranya bertujuan wisata. Sementara pada semester pertama 2024 tanpa pusat layanan visa bersama yang sempat vakum dua tahun, jumlah pemohon yang dapat dilayani sekitar 7.000 orang.
“Jadi dapat dibayangkan betapa pentingnya kehadiran pusat baru layanan visa ini untuk mengakomodasi banyaknya jumlah pemohon,” katanya.
Lihat Juga :