Orang Terkaya China Terancam Kehilangan Mahkota Usai Rugi Rp210 Triliun

Rabu, 24 Juli 2024 - 16:34 WIB
loading...
Orang Terkaya China...
Orang terkaya China berisiko kehilangan gelar yang sudah dipegangnya selama hampir tiga tahun terakhir, setelah harta kekayaan miliknya tergelincir paling besar di antara deretan miliarder dunia lainnya. Foto/Dok South China Morning Post
A A A
JAKARTA - Orang terkaya China berisiko kehilangan gelar yang sudah dipegangnya selama hampir tiga tahun terakhir, setelah harta kekayaan miliknya tergelincir paling besar di antara deretan miliarder dunia lainnya. Persaingan ketat dan tantangan pada hubungan masyarakat mengganggu raksasa air kemasan asal China tersebut.

Baca Juga: Miliarder China Jadi Penguasa Lahan Terbesar Kedua di AS, Ini Sosoknya

Chairman Nongfu Spring Co., Zhong Shanshan sejauh ini telah kehilangan USD13 miliar yang jika dirupiahkan setara Rp210 triliun (Kurs Rp16.156 per USD) di sepanjang 2024, menurut Bloomberg Billionaires Index dengan harga kekayaan yang tercatat mencapai USD54,8 miliar atau Rp885,3 triliun per Senin 22 Juli 2024.

Posisi miliarder air kemasan itu masih berada di atas Colin Huang, pendiri platform belanja online PDD Holdings Inc., dengan kekayaan USD47,3 miliar. Baca Juga: Mengenal Wanita Terkaya Rusia, Miliarder Teknologi Berharta Rp132,1 Triliun

Potensi pergantian sangat terbuka, mencerminkan sektor konsumen yang semakin kompleks untuk dinavigasi oleh bisnis seiring perlambatan ekonomi serta persaingan dari brand-brand pendatang baru yang semakin intensif.

Dikepung oleh perang harga dalam industri air kemasan, Nongfu yang berbasis di Hangzhou menempatkan dirinya pada posisi yang salah ketika banyak orang China semakin nasionalis dan sadar kesehatan dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini menyebabkan penurunan hampir 20% untuk harga saham Nongfu yang terdaftar di Hong Kong.

Pelemahan saham Nongfu sudah terlihat sejak 1 Februari. "Masalah dengan pengawas konsumen Hong Kong belum lama ini terkait kualitas produk, persaingan yang meningkat di sektor ini di tengah penurunan belanja konsumen, dan boikot awal tahun ini berkontribusi pada kekhawatiran ini," kata analis konsumen Bloomberg Intelligence, Ada Li.

Sebagian besar kekayaan Zhong berasal dari saham di perusahaan minuman dan bisnis farmasi Beijing Wantai Biological Pharmacy Enterprise Co. Sementara itu Nongfu belum memberikan komentar seputar kekayaan pendirinya dan kemunduran bisnis yang dihadapi perusahaan tahun ini.

Roller Coaster

Awal tahun ini, perusahaan dan Zhong mendapatkan kecaman dan kritikan setelah kematian Zong Qinghou, pendiri saingan utama mereka yakni Hangzhou Wahaha Group Co.

Simpati setelah kematiannya berubah menjadi boikot Nongfu, dengan beberapa komentar mencemooh packaging air kemasan yang desainya bernuansa Jepang. Sedangkan lainnya menduga sebagai trik yang dipakai Nongfu untuk mendapatkan keuntungan atas Wahaha.

Pengguna menuduh bahwa putra Zhong memegang paspor AS dan mempertanyakan kesetiaan keluarga itu kepada China. Kabar tersebut menjadi pukulan telak bagi Nongfu, sementara penjualan Wahaha melonjak.

Terkait hal itu Nongfu membantah beberapa klaim dan mengaku sudah mengambil tindakan hukum terhadap orang-orang yang menghembuskan rumor jahat, namun banyak pengguna internet China tetap tidak tergerak.

Pada bulan April, China Resources Beverage Holdings mengajukan pencatatan di Hong Kong, sebuah upaya untuk menyediakan sumber daya tambahan buat merek air kemasannya C'estbon-salah satu pesaing utama Nongfu.

Tidak lama setelahnya, Nongfu memperkenalkan air murni baru yang bersaing langsung dengan C'estbon dengan harga murah. Produk ini dijual dengan harga kurang dari 1 yuan per botol 550 mililiter di Tmall Alibaba Group Holding Ltd., atau kurang dari setengah harga eceran normalnya.

Bahkan ketika Nongfu melaporkan pendapatan yang lebih kuat dari perkiraan tahun lalu berkat catatan positif penjualan teh siap minum, proporsi pendapatan dari air minum kemasan turun menjadi 47,5% - dari 54,9% pada tahun 2022 -. Kondisi tersebut menggarisbawahi meningkatnya persaingan di sektor air kemasan.

Hambatan Terbaru


Tantangan terbaru datang ketika Dewan Konsumen Hong Kong pada pekan lalu mengatakan, air Nongfu telah ditemukan mengandung batas maksimum bromat, yang dapat menimbulkan risiko kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan.

Sentimen tersebut membuat saham Nongfu anjlok 7,3% dalam dua hari perdagangan, sebelum dewan mengklarifikasi bahwa hal itu hasil temuan awal usai mengevaluasi air Nongfu terhadap kriteria yang digunakan untuk kategori yang bukan seharusnya.

Angin segar pernyataan Dewan Konsumen Hong Kong, mengangkat saham Nongfu kembali naik setelah pengawas meminta maaf. Untuk menopang kepercayaan, Nongfu mengumumkan awal bulan ini bahwa Zhong bermaksud untuk membeli saham perusahaan senilai USD2 miliar dolar HK (USD256 juta) melalui Yangshengtang Co., sebuah perusahaan induk yang dikendalikannya. Pada 9 Juli, Yangshengtang membeli sekitar 3,5 juta saham.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Keluarga Pejabat di...
Keluarga Pejabat di China Dilarang Total Berbisnis, Mundur atau Tutup Usaha! Berani Tiru?
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Rekomendasi
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Sunscreen Ringan Jadi...
Sunscreen Ringan Jadi Pilihan Perlindungan Kulit Harian di Iklim Tropis
Berjasa Besar bagi Bahasa...
Berjasa Besar bagi Bahasa dan Budaya, Sutan Takdir Alisjahbana Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Berita Terkini
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Infografis
10 Miliarder Paling...
10 Miliarder Paling Boncos di 100 Hari Trump, Elon Musk Kehilangan Rp727 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved