Mitigasi Gagal Panen, Kementan Dorong Swasta Bangun Usaha Asuransi Perkebunan
Jum'at, 26 Juli 2024 - 15:17 WIB
loading...
Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementan, Prayudi Syamsuri. FOTO/Iqbal Dwi Purnama
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pertanian ( Kementan ) mendorong para pelaku usaha di sektor swasta untuk mengembangkan model bisnis di sektor asuransi perkebunan. Hal ini bertujuan untuk memitigasi dampak gagal panen akibat perubahan iklim.
Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementan, Prayudi Syamsuri mengatakan saat ini Pemerintah telah memiliki asuransi pertanian, tapi hal ini baru menyasar untuk komoditas tanaman pangan. Sedangkan untuk komoditas perkebunan masih belum memiliki asuransi yang serupa.
"Kalau kita bicara asuransi pertanian memang kita masih fokus untuk tanaman pangan, tentu yang bisa kita dorong sektor perkebunan adalah sektor swasta, untuk membangun model-model asuransi yang bisa dikelola secara bisnis," ujar dia saat berbincang di Gedung Kementan, Jumat (26/7/2024).
Baca Juga: Kementan Gelar Bunex 2024, Pameran Perkebunan Terbesar di Indonesia
Lebih lanjut, Prayudi menjelaskan perubahan iklim memang menjadi momok bagi sektor pertanian. Jika hujan yang turun berkepanjangan, tentu menyebabkan banjir yang bisa merusak tanaman. Sedangkan jika kemarau yang datang berkepanjangan, kebakaran lahan turut memberikan ancaman.
Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementan, Prayudi Syamsuri mengatakan saat ini Pemerintah telah memiliki asuransi pertanian, tapi hal ini baru menyasar untuk komoditas tanaman pangan. Sedangkan untuk komoditas perkebunan masih belum memiliki asuransi yang serupa.
"Kalau kita bicara asuransi pertanian memang kita masih fokus untuk tanaman pangan, tentu yang bisa kita dorong sektor perkebunan adalah sektor swasta, untuk membangun model-model asuransi yang bisa dikelola secara bisnis," ujar dia saat berbincang di Gedung Kementan, Jumat (26/7/2024).
Baca Juga: Kementan Gelar Bunex 2024, Pameran Perkebunan Terbesar di Indonesia
Lebih lanjut, Prayudi menjelaskan perubahan iklim memang menjadi momok bagi sektor pertanian. Jika hujan yang turun berkepanjangan, tentu menyebabkan banjir yang bisa merusak tanaman. Sedangkan jika kemarau yang datang berkepanjangan, kebakaran lahan turut memberikan ancaman.
Lihat Juga :