Terbongkar! Ini Lho Alasan Shell Ogah Bermitra dengan Inpex di Proyek Blok Masela
Senin, 24 Agustus 2020 - 16:54 WIB
loading...
Terungkap alasan Shell cabut dari Blok Masela. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Shell Upstream Overseas Ltd. diketahui hengkang dari proyek LNG Abadi Blok Masela meninggalkan mitranya, yakni Inpex Corporation. Alasan hengkangnya Shell Upstream Overseas Ltd dari Blok Masela di Laut Arafuru, Maluku akhirnya terjawab sudah.
Hengkangnya anak perusahaan Royal Dutch Shell Plc asal Belanda itu karena alasan keuntungan yang diperoleh perusahaan ketika menginvestasikan sahamnya dalam proyek strategis nasional (PSN) tersebut.
Vice President Corporate Services Inpex Henry Banjarnahor mengatakan, hengkangnya Shell Upstream Overseas Ltd karena alasan peningkatan portofolio perusahaan. Dia bilang, ada upaya Shell untuk memperluas investasinya di beberapa negara lain yang dinilai lebih menguntungkan secara ekonomi.
"Alasannya sudah disampaikan Bapak Kepala SKK Migas tadi bahwa, mereka meningkatkan seluruh portofolio mereka di seluruh dunia dan menerka-nerka bahwa investasi di negara lain lebih menguntungkan mereka. Jadi mereka mengutamakan itu," ujar Henry dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR, Jakarta, Senin (24/8/2020).
Baca Juga: Duh! Proyek Blok Masela Molor, Bos SKK Migas Ungkap Alasannya
Henry berpendapat, proses divestasi dalam kegiatan usaha hulu migas itu adalah sesuatu hal yang wajar terjadi. Meski demikian, dia menyebut pihaknya tetap menjalankan proyek Blok Masela bersama dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
"Inpex sebagai operator memiliki pandangan yang lain. Kita tetap komitmen untuk kegiatan tersebut, yakni kegiatan di Proyek Masela ini dan kita akan melanjutkan kerja sama dengan SKK Migas," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, dia juga menjelaskan surat penandatangan pelepasan atau divestasi saham Shell dari mega proyek di Maluku tersebut telah disetujui berbagai pihak, salah satunya adalah Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BKPM).
Hengkangnya anak perusahaan Royal Dutch Shell Plc asal Belanda itu karena alasan keuntungan yang diperoleh perusahaan ketika menginvestasikan sahamnya dalam proyek strategis nasional (PSN) tersebut.
Vice President Corporate Services Inpex Henry Banjarnahor mengatakan, hengkangnya Shell Upstream Overseas Ltd karena alasan peningkatan portofolio perusahaan. Dia bilang, ada upaya Shell untuk memperluas investasinya di beberapa negara lain yang dinilai lebih menguntungkan secara ekonomi.
"Alasannya sudah disampaikan Bapak Kepala SKK Migas tadi bahwa, mereka meningkatkan seluruh portofolio mereka di seluruh dunia dan menerka-nerka bahwa investasi di negara lain lebih menguntungkan mereka. Jadi mereka mengutamakan itu," ujar Henry dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR, Jakarta, Senin (24/8/2020).
Baca Juga: Duh! Proyek Blok Masela Molor, Bos SKK Migas Ungkap Alasannya
Henry berpendapat, proses divestasi dalam kegiatan usaha hulu migas itu adalah sesuatu hal yang wajar terjadi. Meski demikian, dia menyebut pihaknya tetap menjalankan proyek Blok Masela bersama dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
"Inpex sebagai operator memiliki pandangan yang lain. Kita tetap komitmen untuk kegiatan tersebut, yakni kegiatan di Proyek Masela ini dan kita akan melanjutkan kerja sama dengan SKK Migas," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, dia juga menjelaskan surat penandatangan pelepasan atau divestasi saham Shell dari mega proyek di Maluku tersebut telah disetujui berbagai pihak, salah satunya adalah Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BKPM).
Lihat Juga :